BNPB: Sejumlah Penambang Pasir Terjebak Dampak Erupsi Semeru

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 20:59 WIB
gunung semeru meletus
Foto: Tangkapan Layar (Video amatir warga)
Jakarta -

Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto melaporkan sampai saat ini belum ada informasi pendaki gunung yang terperangkap erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Meski begitu, Suharyanto menyebut ada penambang pasir yang dilaporkan membutuhkan evakuasi.

"Kami koordinasi dengan Pak Dandim Lumajang dan Bupati Lumajang, jadi sampai sekarang belum ada informasi apakah ada pendaki Gunung Semeru yang terperangkap," kata Suharyanto dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Sabtu (4/12/2021).

Namun Suharyanto mengatakan, berdasarkan laporan Bupati Lumajang, ada beberapa penambang pasir yang hingga kini masih berupaya dievakuasi. Dia menyebut para penambang pasir tersebut tidak sempat mengevakuasi diri ke tempat lebih tinggi ketika terjadi erupsi Semeru.

"Tetapi Bapak Bupati tadi menyampaikan bahwa ada penambang pasir, penambang pasir ini yang masih berupaya dievakuasi karena, pada saat kejadian erupsi, para penambang pasir dalam titik yang tidak sempat untuk evakuasi ke tempat lebih tinggi," ucapnya.

Suharyanto menyebut pihaknya bersama BPBD setempat, TNI, dan Polri masih terus berupaya mengevakuasi para penambang pasir tersebut. Dia menyebut tim terkendala tebalnya debu dan medan yang hanya bisa dilewati kendaraan tertentu.

"Ini masih diupayakan BPBD, TNI, Polri di sana dan termasuk unsur-unsur BNPB, ini di lokasi debu sangat tebal sekali dan mobil yang 4x4 tidak bisa mencapai sasaran, ini perkembangan akan kami pantau terus untuk terus diupayakan para penambang pasir bisa segera dievakuasi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, BPBD Jatim melaporkan perkembangan dampak dari erupsi Gunung Semeru. Hingga Sabtu (4/12) pukul 18.30 WIB, belum ditemukan adanya korban jiwa dampak erupsi Gunung Semeru meski ada korban terluka bakar.

"Update, belum ditemukan korban (jiwa). Dan status Gunung Semeru saat ini masuk kategori level II atau waspada," ujar Budi Santosa, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (4/12).

Budi menjelaskan Gunung Semeru beberapa kali mengeluarkan awan panas guguran (APG). Dimulai pada pukul 15.20 WIB, di mana guguran awan panas Gunung Semeru mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

(maa/idh)