Jokowi Terima Penghargaan Bakti Utama Pusaka dari JKPI

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 18:44 WIB
Ketua Presidium JKPI Serahkan Anugerah Bakti Utama Pusaka ke Jokowi
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Kongres V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Sabtu (4/12).

Anugerah Bakti Utama Pusaka ini diserahkan langsung oleh Ketua Presidium JKPI, Bima Arya. Adapun penghargaan tersebut diberikan karena Jokowi merupakan salah satu pencetus lahirnya JKPI saat menjabat sebagai Wali Kota Solo pada 2008.

Selain memberikan penghargaan, dalam kongres ini Bima juga memaparkan sejumlah poin pertemuan dengan presiden.

"Kami menyampaikan kepada Bapak Presiden hasil-hasil Kongres JKPI ke-5. Kami sampaikan, kongres dihadiri 38 kepala daerah dan sejumlah perwakilan. Kongres juga memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa bagi kota kota pusaka dalam programnya di Indonesia, salah satunya adalah Pak Jokowi yang merupakan pendiri JKPI ketika beliau menjadi Wali Kota Solo," ungkap Bima dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/12/2021).

Lebih lanjut, Bima mengatakan kongres tersebut juga menyepakati komposisi Presidium baru JKPI, yakni Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta Wali Kota Palembang Harnojoyo.

"Saya diberikan kepercayaan menjadi Ketua Presidium bersama dengan Wali Kota Semarang dan Palembang yang akan bertugas secara bergantian tiga tahun ke depan," ungkapnya.

Presiden Jokowi, kata Bima, menitipkan sejumlah hal kepada kepengurusan JKPI yang baru. Salah satunya tentang pelestarian warisan budaya dan pusaka. Bima menyebut para anggota JKPI dan kepada daerah juga diminta untuk berinovasi dalam melestarikan warisan tersebut sehingga dapat diterima di masyarakat.

Hal lain yang disampaikan adalah kolaborasi dan sinergi yang lebih aktif lagi dengan kementerian-kementerian terkait untuk pengembangan kota pusaka.

"Beliau banyak bercerita ketika menjadi Wali Kota Solo bagaimana perjuangan beliau menjaga warisan budaya dan warisan pusaka di Solo saat itu. Beliau menekankan hal itu tidak mudah. Bahkan sering kali harus bertentangan dengan pihak lain," kata Bima.

"Jadi, beliau menitipkan kepada kami untuk jangan takut menjaga warisan budaya dan warisan pusaka. Beliau meminta kepada kami anggota JKPI dan para kepala daerah untuk terus berkreasi dan menginovasi, untuk menghidupkan kembali warisan pusaka, warisan budaya agar tidak saja bisa diterima pasar atau menarik bagi wisatawan tetapi juga bisa menjadi hal yang menarik bagi kaum muda. Perlu sentuhan packaging, perlu sentuhan kemasan menarik, sentuhan profesional dan juga kreatif," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal menjelaskan, Presiden Jokowi juga mendorong para ahli agar lebih diberi ruang untuk membantu kepala daerah dalam merevitalisasi, merestorasi, dan mengelola bangunan cagar budaya. Dengan demikian, hal ini bangunan tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi kota.

"Seperti hal yang disampaikan Pak Jokowi tadi banyak ditekankan kepada para kepala daerah ini untuk lebih kreatif, seperti yang disampaikan Pak Wali Kota Bogor juga, Pak Jokowi menitikberatkan hal yang seperti itu. Berkreasi tapi tetap sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi cagar budaya, jangan merusak tatanan yg ada," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara ini Bima turut didampingi oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Wakil Bupati Siak Husni Merza, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, dan Wakil Walikota Buton Utara Ahali.

Kongres ke-V JKPI juga menetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan, di antaranya Surakarta (Ibu Kota Kemajuan Kebudayaan), Sawahlunto (Ibu Kota Warisan Sejarah), Banda Aceh (Ibu Kota Bandar Maritim), Bogor (Ibu Kota Berkelanjutan), Siak Sri Indrapura (Ibu Kota Literasi dan Pendidikan), Ambon (Ibu Kota Kreatif), Denpasar (Ibu Kota Kebangsaan) dan Sumbawa (Ibu Kota Perubahan Iklim).

(fhs/ega)