Kulit Melepuh karena Kelainan Langka, Bayi Eliza Menanti Uluran Tanganmu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 16:57 WIB
Bayi Eliza menderita kelainan kulit langka (campaign donasi BerbuatBaik)
Bayi Eliza menderita kelainan kulit langka / Foto: Dok BerbuatBaik
Jakarta -

"Da... da... da...," celotehan bayi Eliza Laila Rahma seakan tengah mengadu bahwa dia sedang kesakitan dan perih.

Sebagian tubuh bayi Eliza memerah. Kulitnya seperti melepuh, bahkan menghitam.

Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bayi Eliza menderita epidermolisis bulosa, kelainan genetik langka yang membuat lapisan kulit jadi sangat rapuh. Gejala yang muncul adalah melepuh pada lapisan kulit sebagai reaksi dari gesekan, hawa panas, atau trauma.

Kondisi itu membuat bayi Eliza tidak nyaman. Senyum kecilnya kadang berubah jadi pekik tangis meski sedang di pangkuan sang ibunda.

Jika lepuhan timbul di tubuh bayi Eliza, luka bisa hampir muncul mulai tangan, kaki, hingga perut.

"Awalnya merah-merah timbul lepuhan, awalnya kecil setitik, 11 bulan, setiap hari pasti luka tangan kaki perut," kata ibunda bayi Eliza, Halimatun Humaira.

Bayi Eliza menderita kelainan kulit langka (campaign donasi BerbuatBaik)Bayi Eliza menderita kelainan kulit langka Foto: BerbuatBaik

Setiap dimandikan, bayi Eliza menangis. Padahal ibundanya sudah sangat pelan untuk mengelus tubuh dan mengguyurkan air ke bayi Eliza.

Semakin tambah usia, kondisi kulit bayi Eliza makin parah. Saat bayi Eliza masuk usia 6 bulan, tubuh mungilnya itu seperti kena air panas. Ayah bayi Eliza tak kuat melihat derita putri kesayangannya itu.

"Padahal masih kecil tapi sudah begitu. Ya, mudah-mudahan hanya kecilnya saja, sudah gede bisa normal seperti anak seumuranmu. Mungkin ini ujian untuk Bapak-Ibu, semoga ada solusi dan jalan keluar, semoga nggak seperti ini lagi," ucap Munir.

Menghambat Tumbuh Kembang Bayi Eliza

Kelainan langka yang dialami bayi Eliza juga berdampak pada tumbuh kembangnya. Berat badan Eliza hanya 6 kilogram, berbeda dari anak-anak sepantarannya, yang berkisar 8-9 kilo. Selain itu, Eliza juga masih sulit merangkak dan duduk sendiri karena gerakan tersebut membuat dirinya sakit dan terluka.

Halimatun menuturkan sudah pernah berobat, namun sudah 5 bulan belakang berhenti karena terhambat biaya. Apalagi ayah Eliza hanya seorang pekerja serabutan, terkadang membantu beri pakan ternak atau membersihkan masjid.

Dia mengatakan, untuk satu kali berobat di rumah sakit, ongkos yang mesti dikeluarkan Rp 700 ribu.

"Penghasilan Bapak kalau dikumpulin... kan cuma kerja serabutan, kan nggak ada gaji bulanan. Kadang saat jadwalnya periksa, uangnya habis," tambah Halimatun.

Dia rela menjual cincin nikahnya untuk pengobatan putrinya yang baru 11 bulan itu. Demi kesembuhan bayi Eliza, Halimatun dan Munir rela melakukan apa saja.

"Saya jual cincin pernikahan itu habis buat obat Adik, pulang nggak punya uang, bahkan untuk makan tidak cukup. Cincin dijual nggak apa-apa, Bu, kata Bapak, nanti kalau punya duit lagi beli lagi," ucapnya tersedu.

#sahabatbaik jangan biarkan tumbuh kembang bayi Eliza terganggu dan sering menangis karena perih di sekujur tubuhnya. Kamu bisa membantu menyembuhkan luka Eliza lewat BerbuatBaik.id dengan klik link donasi di sini.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Kamu juga bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial yang kamu pilih, kamu bisa mendaftar menjadi Relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas kamu dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai sekarang dengan berdonasi lewat LINK INI.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs BerbuatBaik dan ikuti media sosial Instagram BerbuatBaik dan Hotline WA: 0823-0823-9111




(idn/imk)