Desa Minakarya Dinilai Sukses Jadi Contoh Desa Transmigrasi

Erika Dyah - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 14:08 WIB
Kemendes PDTT
Foto: dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Aisyah Gamawati melaksanakan kunjungan kerja di Desa Minakarya, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Desa Minakarya merupakan Eks Permukiman Transmigrasi yaitu UPT Toili V yang saat ini telah menjadi sebuah Desa Definitif.

Dalam kesempatan ini, ia mengapresiasi kerja keras dan semangat para eks transmigran di Kecamatan Moilong hingga UPT Toili V yang kini telah menjadi desa definitif dan menjadi lumbung pangan.

"Desa Minakarya telah memanfaatkan Dana Desa Tahun 2020 dengan realisasi penyerapan mencapai 100 persen," kata Aisyah dalam keterangan tertulis, Jumat (3/12/2021).

Ia menjelaskan pada tahun 2021 hingga bulan November ini, realisasi penyerapan telah mencapai 85% dengan peruntukkan BLT Dana Desa, Desa Aman COVID-19, pembangunan infrastruktur, dan non infrastruktur.

"Desa Minakarya memperlihatkan kepada kita semua bahwa penyelenggaraan transmigrasi mampu mendorong terbentuknya pusat pusat produksi baru yang kemudian berkembang menjadi pusat pusat pertumbuhan baru, dan mampu mendukung terbentuknya pusat pemerintahan baru," jelasnya.

Ia pun mengungkap program transmigrasi sukses membentuk 1.529 Desa Definitif, 454 Kecamatan, 114 Kabupaten/Kota, dan 2 Ibu Kota Provinsi, yaitu Bulungan yang menjadi Ibu Kota Kalimantan Utara dan Mamuju yang menjadi Ibu Kota Sulawesi Barat.

Aisyah pun berpesan kepada masyarakat Desa Minakarya agar terus menggali potensi unggulan desa dan mengembanggkan, supaya ekonomi di wilayah tersebut dapat terus tumbuh dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.

Senada dengan Aisyah, Anggota Komisi V DPR RI, Sudewo mengapresiasi kebijakan Kabupaten Banggai yang memprioritaskan SDM sebagai pilar pertama pembangunan dan bangga dengan perkembangan Desa Minakarya. Baik dalam hal kegiatan ekonomi maupun peningkatan kualitas SDM.

"Dari Desa Minakarya telah lahir antara lain Ketua DPRD Kabupaten Banggai, para kepala desa dan sarjana perguruan tinggi," kata Sudewo.

Sebagai mitra kerja Kemendes PDTT, Sudewo mengaku akan mensinergikan program lintas K/L untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di wilayah Kabupaten Banggai dan mencari solusi permasalahan yang ada di Desa Minakarya dan Kabupaten Banggai.

Sebelumnya, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka menjelaskan bahwa program pembangunan Transmigrasi di Kabupaten Banggai telah dimulai sejak tahun 1965 hingga tahun 1986. Adapun keseluruhan permukiman transmigrasi yang sudah dibangun, yaitu sebanyak 26 unit dengan jumlah transmigran yang ditempatkan sebanyak 9.574 KK.

Ia mengatakan salah satu di antaranya adalah pemukiman transmigrasi Toili V yang penempatan transmigrannya menggunakan pola Transmigrasi Swakarsa Pengembangan Desa Potensial pada tahun 1973-1974, dengan transmigran sebanyak 299 KK/ 1.398 Jiwa asal Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Amirudin pun mengatakan Desa Minakarya menjadi lumbung pangan dengan produktivitas padi mencapai 5 ton/hektare. Ia menambahkan lumbung pangan ini tidak hanya untuk Kabupaten Banggai, namun juga untuk Kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Bahkan sampai ke Sulawesi Utara dan Maluku.

Sebagai informasi, kunjungan kerja yang juga dihadiri Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Ekatmawati dan Sekretaris Ditjen PPKTrans Sigit Mustofa ini diawali dengan peresmian rumah pengolah pupuk organik 'Makmurganik' dan penyerahan secara simbolis sapi pedaging di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Moilong yang juga merupakan eks permukiman transmigrasi.

Bantuan tersebut diberikan oleh Kementerian Pertanian yang merupakan hasil koordinasi Dinas Pertanian dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai. Selanjutnya, Rombongan berkunjung ke Desa Minakarya, Kecamatan Moilong.

Diketahui, rombongan dari Jakarta disambut oleh masyarakat desa dan marching band murid SD dan SMP, tarian kuda lumping, penanaman tanaman mangga madu di halaman Balai desa, dan temu masyarakat di lapangan Desa Minakarya.

Selain itu, Rombongan DPR dan Kemendes PDTT pun meninjau kunjungan ke stand usaha masyarakat Desa Minakarya yang memamerkan berbagai usaha ekonomi masyarakat, seperti usaha pengolahan makanan ringan (keripik singkong, talas, tempe), usaha pengolahan rempah-rempah (sari kunyit putih, kunyit kuning, jahe, temu lawak), dan pengolahan kelapa menjadi VCO.

Kegiatan usaha ekonomi tersebut merupakan binaan dari Perusahaan Migas. Adapun dukungan pihak swasta merupakan salah satu wujud kolaborasi pemerintah dan swasta untuk kesejahteraan masyarakat.

(akn/ega)