Kapolri Minta Kasatwil Pertahankan Pengendalian COVID-Kebiasaan Berbuat Baik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 10:58 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan dalam Apel Kasatwil 2021 di Bali
Kapolri menyatakan kerja keras jajaran untuk menanggulangi COVID-19 membuahkan optimisme negara bangkit dari situasi pandemi. (Foto: dok. Polri)


3 Kecakapan yang Wajib Dimiliki Polisi

Sigit mewajibkan tiap personel Polri cakap di sisi teknis, leadership, dan etika. Cakap teknis diimplementasikan dengan profesionalisme, selanjutnya cakap leadership dapat diwujudkan dengan memimpin dari satuan terkecil hingga terbesar.

Soal kompetensi teknis dan leadership, Sigit yakin hampir seluruh anggota Polri memilikinya. Namun yang masih menjadi masalah adalah kompetensi etika.

"Yang paling sulit kompetensi etika. Inilah yang tentunya akan mereka, kultur dan budaya organisasi, gimana kita tanamkan nilai baik untuk dibiasakan," jelas Sigit.

"Sehingga itu menjadi perilaku keseharian, itu menjadi suatu modal keutamaan. Tanpa kita sadar kalau ini bisa kita lakukan, maka risiko untuk lakukan pelanggaran akan berkurang," lanjut dia.

Sigit optimistis Polri akan betul-betul dapat merebut hati masyarakat bila kultur budaya organisasi berubah. Dia meminta jajarannya keluar dari zona nyaman.

"Ini adalah hal yang mungkin paling sulit, karena memang gimana kita harus mampu mengubah dari zona nyaman. Namun, di sisi lain, ini harus kita lakukan. Apabila kita ingin organisasi kita jadi baik, apabila kita ingin anggota kita baik, tanamkan budaya untuk berbuat baik. Ini harus dilakukan berulang-ulang," tegas Sigit.

Dia pun mengurai soal manajemen metode transformasi Polri Presisi. Diterangkan Sigit, pemolisian prediktif berguna untuk mencegah dan menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Perihal itu juga terkait dengan kemampuan polisi melakukan pendekatan preemtif, preventif, dan represif.

"Ke depan, tentunya kita juga menginginkan Polri dapat memanfaatkan teknologi informasi, yang dapat terkoneksi dengan satu kesatuan big data. Contohnya yang dimiliki Kemenkes untuk aplikasi PeduliLindungi. Ini tentunya menjadi sangat baik apabila kita dapat mengelola semua data menjadi satu antara kementerian/lembaga," urai dia.

"Sehingga peristiwa di suatu tempat dapat kita baca dan kita lakukan upaya preemtif dan preventif sebelum kejahatan terjadi. Ini merupakan cita-cita dan harapan ke depan," tambah Sigit.

Tak berhenti di situ, Sigit menjelaskan perihal manajemen sarana dan prasarana, di mana jajaran diminta terus menyesuaikan lingkungan strategis yang akan dihadapi. Dia mewajibkan kepastian akan seluruh kebutuhan pelaksanaan tugas. Lalu soal manajemen anggaran, di mana seluruh jajaran diminta terus mempertahankan tren positif yang ada.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan dalam Apel Kasatwil 2021 di BaliKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan dalam Apel Kasatwil 2021 di Bali (Dok. Polri)

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.