MPR Desak Menkeu Dicopot, Jubir Wapres: Sri Mulyani Tulang Punggung Kemenkeu

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 17:46 WIB
Juru Bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi (Lisye Rahayu/detikcom)
Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi (Lisye Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad dkk meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Sri Mulyani dari kursi Menteri Keuangan (Menkeu) karena mengurangi anggaran MPR hingga tak hadir rapat. Juru bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan Sri Mulyani memiliki alasan yang kuat mengenai pemotongan anggaran itu.

"Itu kan Pak Fadel punya hak bicara, ini negara demokrasi lah ya. Tapi saya kira alasan yang dikemukakan oleh Ibu Sri Mulyani itu cukup rasional kenapa dia tidak hadir, kalau dia melakukan pemotongan, kan tidak hanya Pak Fadel anggarannya dipotong di MPR, semuanya dipotong untuk refocusing," kata Masduki di Sekretariat Wakil Presiden, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/12/20201).

Masduki kemudian menyinggung permintaan MPR terkait pencopotan Sri Mulyani itu dengan desakan reshuffle kabinet. Dia mengatakan selama ini Sri Mulyani adalah tulang punggung Kemenkeu.

"Jadi saya kira, apalagi kita tahulah cara presiden untuk reshuffle kabinet dan segala macam itu kan juga sangat-sangat apa namanya... banyak orang mengharapkan reshuffle kabinet sampai sekarang tidak ada reshuffle kabinet. Apalagi Ibu Sri Mulyani selama ini sudah menjadi tulang punggung di Kementerian Keuangan," katanya.

Masduki menyadari setiap orang berhak bersuara di negara demokrasi. Namun dia mempertanyakan rasionalitas permintaan MPR itu.

"Saya kira kita tidak ingin melarang orang berbicara apapun, tapi apakah cukup rasional permintaan itu atau tidak? Kan teman-teman ngerti sendiri lah itu," sebut dia.

Permintaan agar Sri Mulyani dicopot sebagai Menkeu awalnya disampaikan Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad. Permintaan tersebut berkaitan dengan pengalokasian anggaran MPR.

"Kami di MPR ini kan pimpinannya 10 orang, dulu cuma 4 orang, kemudian 10 orang. Anggaran di MPR ini malah turun, turun terus," kata Fadel di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11).

Selain soal anggaran, menurut Fadel, Sri Mulyani tak menepati janji. Fadel menyebut Sri Mulyani pernah berjanji akan mengalokasikan anggaran untuk 6 kali kegiatan Sosialisasi 4 (empat) pilar.

"Kemudian kita rapat dengan Menteri Keuangan. Saya ingat, sosialisasi MPR empat pilar. Dia (Sri Mulyani) janji 6 kali, tahunya cuma 4 kali," ujar Fadel.

Sri Mulyani pun memberikan tanggapan. Sri Mulyani mengatakan tak datang rapat MPR dua kali karena bersamaan dengan rapat internal dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

"Undangan (rapat) dua kali, yaitu 27 Juli 2021 bersamaan dengan rapat internal Presiden sehingga kehadiran di MPR diwakilkan Wakil Menteri Keuangan. Tanggal 28 September 2021 bersamaan dengan rapat Banggar DPR membahas APBN 2022, di mana kehadiran Menkeu wajib dan sangat penting. Rapat dengan MPR diputuskan ditunda," katanya dalam akun resmi Instagramnya, Rabu (1/12/2021).

Kemudian soal pemotongan anggaran, dia menjelaskan hal itu memang sulit dihindari. Pasalnya, keuangan negara masih fokus digunakan untuk menangani COVID-19 sehingga pihaknya mau tak mau memangkas anggaran sejumlah kementerian/lembaga (K/L), termasuk MPR.

"Seperti diketahui tahun 2021 Indonesia menghadapi lonjakan COVID-19 akibat varian Delta. Seluruh anggaran K/L harus dilakukan refocusing 4 kali," tuturnya.

(lir/isa)