Polisi Siagakan 2.000 Personel untuk Pengamanan Saat Milad GAM Besok

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 17:34 WIB
Bendera panji perjuangan Gerakan Aceh Merdeka. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Bendera GAM (Dikhy Sasra/detikcom)
Banda Aceh -

Polisi menyiagakan 2.000 personel untuk pengamanan saat milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) besok. Polisi bakal dibantu TNI hingga Satpol PP dalam pengamanan di Aceh pada milad GAM.

"Kita siapkan 2.000-an personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat tanggal 4 Desember di seluruh Aceh, termasuk perbantuan TNI 200 orang dan Satpol PP 80 orang," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Ada sejumlah lokasi yang bakal dijaga polisi saat milad GAM. Titik yang akan dijaga antara lain kantor Partai Aceh, Masjid Raya Baiturrahman, kantor Gubernur, pendapa Gubernur, kantor Lembaga Wali Nanggroe, kantor DPR Aceh, serta makam deklarator GAM Hasan Muhammad di Tiro.

Kegiatan milad GAM disebut bakal difokuskan di makam Hasan Tiro di Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Pengamanan di sejumlah lokasi tersebut dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Pak Kapolda sudah menginstruksikan pendekatan yang dilakukan adalah persuasif dan dialogis," ujar Winardy.

Selain itu, polisi akan membuka gerai vaksinasi COVID-19 di lokasi keramaian. Masyarakat yang belum vaksin diajak melakukan vaksinasi.

"Kita juga akan membuka gerai vaksin untuk masyarakat di lokasi-lokasi keramaian misal di makam Hasan Tiro," jelas Winardy.

Sebelumnya, Komite Peralihan Aceh (KPA) mengaku tidak melarang dan tidak menyuruh masyarakat mengibarkan bendera bulan bintang saat perayaan milad GAM. KPA meminta polisi bersikap persuasif bila menemukan pengibar bendera.

"Kita tidak menyuruh dan tidak melarang. Kenapa? Karena itu sudah menjadi bendera Aceh sesuai Qanun Nomor 3 Tahun 2013. Maka KPA tidak dalam kapasitas menyuruh dan melarang," kata jubir KPA Pusat, Azhari Cagee, dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (2/12).

Azhari mengatakan KPA bersikap tidak menyuruh dan tidak melarang pengibaran agar tidak dianggap bendera itu bendera KPA. Menurutnya, yang berhak menindaklanjuti polemik bendera Aceh tersebut adalah Gubernur Aceh dan DPR Aceh.

Azhari menjelaskan Ketua KPA Muzakir Manaf telah menginstruksikan kader dan seluruh eks kombatan untuk merayakan milad seperti tahun sebelumnya.

"Mualem (Muzakir Manaf) menginstruksikan kepada jajaran KPA di seluruh Aceh, peringatan 4 Desember seperti biasa dengan melakukan santunan anak yatim, zikir, doa bersama, dan ziarah ke makam para syuhada yang telah syahid berpulang kepada Allah SWT," ujar Azhari.

(agse/haf)