Polres Jakpus Sita Sabu Senilai Rp 91 M dari Bandar Penabrak Polisi

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 17:16 WIB
Polres Jakpus sita sabu Rp 91 miliar dari jaringan bandar penabrak polisi. Foto: Kamis (3/12/2021)
Polres Jakpus menyita sabu senilai Rp 91 miliar dari jaringan bandar penabrak polisi (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap 4 tersangka terkait jaringan bandar narkoba yang menabrak Iptu Lukas di rest area Km 208 Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Dari jaringan ini, polisi menyita 61 kg sabu senilai Rp 91 miliar.

"Kami berhasil mengamankan total sekitar 61 kg narkotika jenis sabu. Barang bukti yang kami sita itu senilai Rp 91 miliar rupiah dan dapat menyelamatkan sekitar 300 Ribu jiwa," kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat, Kompol Indriwienny Panjiyoga dalam jumpa pers di kantornya, Jl Garuda, Kemayoran, Jumat (3/12/2021).

Ada empat tersangka yang ditangkap polisi terkait jaringan ini. Keempatnya adalah C, MF, E, dan TH. Polisi juga turut mengamankan barang bukti buku rekening milik tersangka dan mobil yang digunakan ketika menabrak anggota kepolisian.

Polres Jakpus sita sabu Rp 91 miliar dari jaringan bandar penabrak polisi. Foto: Kamis (3/12/2021)Polres Jakpus sita sabu Rp 91 miliar dari jaringan bandar penabrak polisi. (Wildan Noviansah/detikcom)

"Kami amankan kendaraan Daihatsu Sirion sebagai alat pengangkut barang bukti, sekaligus untuk menabrak anggota kami dan beberapa alat komunikasi serta buku rekening yang dijadikan alat untuk transaksi narkotika," kata dia.

Sabu dari Myanmar

Menurut Panjiyoga, barang bukti sabu yang diamankan dalam kemasan teh itu rencananya akan dijual di wilayah Jakarta. Sabu tersebut berasal dari Negara Myanmar.

"Jadi barang bukti, kalau kita lihat dari packaging-nya, ini teh. Dibungkus dalam teh ini kan biasanya untuk mengelabui ya," ujarnya

"Indonesia bukan negara produksi, biasanya di Myanmar, dan Malaysia itu sebagai negara transit," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka sudah beroperasi sekitar 4 bulan. Ke depannya, Panjiyoga mengatakan akan melakukan investigasi untuk mengungkap identitas bandar yang ada Malaysia.

"Kami akan mencoba berkoordinasi, sambil kami melakukan investigasi lebih dalam untuk mencari profil, Siapa orang yang berada di Malaysia tersebut," kata Panjiyoga.

Panjiyoga menegaskan, pihaknya akan terus memburu bandar narkoba yang akan memasukkan narkoba ke wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Pusat.

"Kami Polres Jakarta Pusat, khususnya Satgas Narkoba Polres Jakarta Pusat, tidak akan berhenti untuk memburu para bandar narkoba yang akan memasukkan narkoba ke wilayah Jakarta, khususnya Pusat. Kami ingatkan kepada seluruh bandar atau sindikat yang akan mencoba memasukkan barang haram tersebut ke wilayah Jakarta akan berhadapan dengan kami," pungkasnya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

(mea/mea)