Polisi Tangkap Penyebar Video Pria Tempel Kelamin ke Al-Qur'an di Sumut

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 16:08 WIB
Poster
Ilustrasi Media Sosial (Edi Wahyono/detikcom)
Medan -

Polisi menangkap seorang wanita berinisial ES, yang diduga menyebarkan video viral pria tempel kelamin ke Al-Qur'an di Medan, Sumatera Utara (Sumut). ES pun telah ditahan pihak kepolisian.

Ps Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus mengatakan wanita tersebut telah ditahan. ES, menurut Firdaus, diduga berperan sebagai penyebar video itu.

"Peran ES menyebarkan video tersebut," sebut Firdaus saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/12/2021).

Firdaus tidak menyebutkan secara detail hubungan antara ES dengan pria yang melakukan aksi menempelkan kelaminnya ke Al-Qur'an di video tersebut. Firdaus menyebut ES bakal dijerat dengan ancaman 6 tahun penjara.

"Pasal 28 UU ITE dan Pasal 156 KUHP ancaman pidana penjara 6 tahun," sebut Firdaus.

Sebelumnya, video yang menunjukkan seorang pria menempelkan alat kelaminnya di Al-Qur'an sambil mengucap sumpah viral di media sosial (medsos). Pria itu telah ditangkap polisi.

Dilihat detikcom, Kamis (2/12/2021), dalam video viral itu tampak seorang pria tanpa memakai baju merekam dirinya sendiri. Dia terlihat memegang Al-Qur'an.

Dia kemudian mengeluarkan alat kelaminnya dari dalam celana dan menempelkannya di atas Al-Qur'an. Dia kemudian mengucap sumpah bahwa alat kelaminnya akan busuk jika dia menikah dengan orang lain.

"Kecuali dengan Erma Suriani. Aku akan berjanji akan menikah dengan Erma Suriani sehidup-semati. Sampai maut yang memisahkan kita," ucap pria itu.

Pria itu kemudian terlihat menginjak Al-Qur'an. Dia menyebut kakinya akan lumpuh jika mengarang cerita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria dalam video viral itu berinisial RS (28). Pria itu merupakan warga Kecamatan Labuhan Deli.

Kompol M Firdaus membenarkan peristiwa itu. Dia menyebut RS telah ditangkap.

"Iya benar," kata Firdaus saat dimintai konfirmasi.

RS telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia dijerat UU ITE dan pasal penodaan agama dalam KUHP.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan," ucap Firdaus.

"UU ITE dan pasal penistaan agama KUHP, ancaman pidana penjara 6 tahun," sambungnya.

(isa/isa)