Ini Maksud Jokowi Sentil Polisi Sowan ke Ormas yang Sering Ribut

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 14:56 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang kerap bikin keributan. Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini, menjelaskan maksud di balik sentilan tersebut.

"Presiden bicara soal kewibawaan lembaga negara. Berkolaborasi dan dekat dengan masyarakat sangat perlu, namun yang juga penting adalah menjaga marwah lembaga," kata Faldo kepada wartawan, Jumat (3/11/2021).

"Kita semua tentu tidak ingin ada anggapan polisi takut sama tokoh-tokoh tertentu. Kita tidak ingin penegakan hukum kita diintervensi lewat berbagai tekanan. Ini kan masalah besar dalam mencapai keadilan," sambung Faldo.

Perihal sesepuh ormas yang kerap bikin ribut, Faldo menyebut hal itu ada di banyak tempat. Faldo mengatakan Polri pasti mengetahui pimpinan ormas yang mempunyai rekam jejak kelam.

"Siapa kah sesepuhnya ormas yang dimaksud? Ya pasti banyak tanya ke polisi saja, di banyak tempat ada. Polisi tau siapa saja sesepuh ormas yang punya record melanggar hukum, ada datanya di kepolisian pasti. Ini kan gejala umum di banyak tempat," ujar Faldo.

Faldo juga memahami pernyataan Jokowi ke Polri di acara apel Kasatwil di Bali itu sebagai pesan agar Korps Bhayangkara independen. Polri diminta untuk menjaga kepercayaan besar dari masyarakat.

"Saya kira pesan Presiden jelas, institusi penegak hukum harus independen, jangan asal pukul, namun tidak boleh kalah dengan kekuatan orang per orang juga. Kepercayaan pada kepolisian hari ini besar. Tanggung jawabnya juga berat," ujar Faldo.

Sentilan Jokowi ke para kapolres dan kapolda baru yang sowan ke ke sesepuh ormas yang kerap membuat gaduh itu disampaikan dalam kegiatan pengarahan Presiden RI kepada para peserta apel Kasatwil seperti dilihat dalam video di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021). Jokowi mewanti-mewanti Polri agar tidak menggadaikan kewibawaan.

"Saya kadang-kadang, saya sudah lama sekali ingin menyampaikan ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan. Bener ini? Saya tanya ke kapolres. Kenapa bapak melakukan ini? Supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul? hati-hati jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Banyak ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan. Polri harus memiliki kewibawaan," ujar Jokowi.

Jokowi juga meminta seluruh jajaran Polri menghormati kebebasan berpendapat masyarakat di Indonesia. Jokowi mengatakan kebebasan berpendapat merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara demokrasi.

"Kritik dipanggil. Mengkritik dipanggil. Kalau mengganggu ketertiban, iya silakan, tapi kalau nggak, jangan. Karena kita sudah menyatakan ini negara demokrasi. Hormati kebebasan berpendapat dan serap aspirasinya, tapi ketegasan itu juga jangan hilang dari Polri. Kewibawaan juga jangan hilang dari Polri," kata Jokowi.

Simak juga Video: Top 5: Eks Pemain Timnas Tendang Penonton, Jokowi Sindir Kapolda-Kapolres

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)