PKB Tagih Program Risma untuk Kaum Disabilitas Usai Paksa Tunarungu Bicara

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 08:49 WIB
Politikus PKB Marwan Dasopang (Tsarina/detikcom)
Foto: Politikus PKB Marwan Dasopang (dok. Tim detikcom)

Marwan berharap program itu bisa menyasar semua penyandang disabilitas di Indonesia. Sehingga ada perhatian khusus dari pemerintah.

"Nah itu tadi langkah konkret. Kalau Bu Risma mengatakan masih bisa ada yang dimotivasi, berapa orang itu dari tunarungu yang ada di Indonesia. Itu dia punya statement bahwa tunarungu itu masih bisa dimotivasi, masih bisa didorong, berapa orang kategori itu? Ayo kita kejar di situ, kalau sudah seperti itu, caranya apa supaya mereka bisa berbicara," tutur dia.

Momen Risma Paksa Anak Tunarungu Bicara

Aksi Risma itu terjadi pada Rabu, 1 Desember 2021, di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, yang juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemensos RI. Awalnya Risma di atas panggung bersama penyandang disabilitas rungu wicara dan autisme bernama Anfield Wibowo.

Anfield, yang memang gemar melukis, membawa lukisannya yang baru saja dilukis di lokasi. Anfield lantas memegang mikrofon dan mencoba berbicara.

"Apa? Yang mau disampaikan ke Ibu apa?" tanya Risma ke Anfield.

Anfield tampak memegang kertas dan mencoba berbicara. Seorang juru bicara bahasa isyarat membantu memperjelas apa yang disampaikan Anfield.

"Selamat siang, Ibu dan Bapak, hadirin sekalian di sini. Semoga Ibu Menteri suka dengan lukisan Anfield. Terima kasih," kata Anfield melalui juru bicara bahasa isyarat di Kemensos.

Setelah itu, Risma mengajak seorang penyandang disabilitas tunarungu wicara lain bernama Aldi ke atas panggung.

"Aldi, ini Ibu. Kamu sekarang harus bicara, kamu bisa bicara. Ibu paksa kamu untuk bicara. Ibu nanam... eh melukis, tadi melukis pohon, ini pohon kehidupan. Aldi ini pohon kehidupan. Ibu lukis hanya sedikit tadi dilanjutkan oleh temanmu, Anfield. Nah, Aldi, yang Ibu ingin sampaikan, kamu punya di dalam, apa namanya, pikiranmu, kamu harus sampaikan ke Ibu, apa pikiranmu," ucap Risma.

Risma kemudian memberikan penjelasan. Risma mengaku tidak mengurangi peran dari bahasa isyarat untuk para penyandang disabilitas tunarungu wicara.

"Stefan, Ibu tidak... Ibu tidak mengurangi bahasa isyarat, tapi kamu tahu, Tuhan itu memberikan mulut, memberikan telinga, memberikan mata kepada kita. Yang ingin Ibu ajarkan kepada kalian, terutama anak-anak yang dia menggunakan alat bantu dengar sebetulnya tidak mesti dia bisa, sebetulnya tidak mesti bisu. Jadi karena itu kenapa ibu paksa kalian untuk bicara? Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi Ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi," kata Risma.


(lir/aud)