Bakal Ditegur NasDem Gegara Minta Dikawal TNI, Hillary Bicara Tolok Ukur Etis

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 00:30 WIB
hillary brigitta
Foto: instagram @hillarybriggita
Jakarta -

Fraksi NasDem DPR RI akan menegur Hillary Brigitta Lasut yang meminta pengamanan dari TNI. Meski akhirnya urungkan niat, Hillary mempertanyakan soal batas etis dan tidak etis permohonan tersebut.

"Apabila fraksi berpendapat tindakan saya tidak etis, tentunya saya akan taat dan mengakui tindakan saya sebagai suatu yang tidak etis, dan berkomitmen untuk menjauhi tindakan serupa," ujarnya dalam keterangan yang diunggah di akun twitternya, Kamis (2/12/2021).

"Karena selama ini saya selalu memastikan dulu, perbuatan saya ada dasar hukumnya atau tidak. Tapi tidak punya tolok ukur jelas soal mana yang etis dan mana yang tidak," sambung dia.

Hillary kemudian memberikan alasan tidak memilih polisi. Menurutnya, beberapa kasus yang diadvokasi olehnya yang berkaitan dengan instansi Polri.

"Saya pikir karena banyak kasus masyarakat Sulut yang saya kawal di kepolisian, saya merasa takutnya jangan sampai ada conflict of interest, yang nanti bisa membatasi saya mengurus kepentingan masyarakat saya. Nanti kelihatannya tidak etis," ucapnya.

Dia pun telah mengkaji bahwa penjagaan oleh TNI tidak melanggar aturan. Dia tidak membahas apakah itu etis atau tidak etis.

"Menurut tim hukum, tindakan saya adalah yang yang tidak menyalahi aturan, tapi saya tidak membahas soal etis atau tidaknya sehingga saya sekarang sudah tahu mana yang etis dan tidak," katanya.

"Jadi memang saya masih harus banyak belajar, mengetahui yang mana yang etis mana yang tidak di dunia politik," ucapnya.

Hillary lalu membandingkan dengan orang yang bukan pejabat tapi disebutnya mendapat pengawalan dari TNI.

"Banyak bapak-bapak berbadan besar yang kuat, sehat, dan capable secara fisik, bukan pejabat publik, dan bukan aset negara, dikawal dengan patwal dan angkatan bersenjata tapi tidak dipermasalahkan," ujarnya.