Cerita Rizal Ramli Saat Luhut Jadi Anak Buahnya Turunkan Harga Minyak Goreng

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 20:21 WIB
Rizal Ramli
Rizal Ramli (Foto: dok. tangkapan layar)
Jakarta -

Rizal Ramli menilai ekonomi Indonesia saat ini semakin terpuruk di masa pandemi. Ia juga mengkritik naiknya harga sektor komoditas terkait sawit yang diikuti kenaikan harga minyak goreng. Rizal Ramli lalu menceritakan upayanya menurunkan harga minyak goreng yang tinggi ketika menjabat Menteri Koordinator Perekonomian di era Presiden Gus Dur.

"Ekonomi Indonesia hari ini jauh sebelum COVID-19 memang sudah anjlok, karena pengelolaan makro ekonominya sangat konservatif. Dengan adanya COVID-19, anjloknya lebih dalam lagi," kata Rizal Ramli, saat memberi sambutan di acara Halaqah Satu Abad NU, yang disiarkan di YouTube PKB, Kamis (2/12/2021).

Rizal mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir, harga beberapa sektor komoditas melonjak tinggi, seperti batu bara dan sawit. Namun naiknya harga sawit itu juga diikuti naiknya harga minyak goreng di dalam negeri.

Lalu Rizal Ramli pun menceritakan upayanya menurunkan harga minyak goreng sewaktu masih menjadi Menko Perekonomian. Saat itu, Rizal Ramli memanggil Luhut, yang ketika itu menjadi bawahannya, yaitu Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

"Cuma, harga sawit naik, harga minyak goreng naik Pak Muhaimin (Ketum PKB). Nah kami ingat waktu pemerintah Gus Dur, harga sawit naik 2 kalinya, harga minyak goreng juga naik tinggi sekali lebih dari 100 persen. Saya panggil waktu itu masih anak buah saya, namanya Jenderal Luhut Pandjaitan, Menteri Perindustrian dan Perdagangan," kata Rizal.

"Saya bilang, 'Bang, ini daftar raja sawit, swasta, ini sawit BUMN. Panggil mereka semua, kumpulkan, kasih tahu, satu, kalian jangan greedy jangan rakus kebangetan, karena harga sawit di luar udah untung, kalian mau genjot juga di dalam negeri, pasokan dikurangin,'" imbuhnya.

Lalu Rizal Ramli mengingatkan agar pengusaha saat itu tidak melupakan kredit BI yang memberikan bunga rendah, yaitu 2 persen. Rizal Ramli juga meminta Luhut segera memeriksa pajak pengusaha minyak goreng yang menaikkan harga tinggi.

"Kalau dalam waktu satu bulan harga minyak goreng di dalam negeri nggak turun seperti awal saya akan periksa pajaknya dan kalau saya ketemu nggak ada ampun. Jenderal Luhut Pandjaitan bilang, 'Siap, aku ini paling suka ngegencet orang,'" kata Rizal.

"Kumpulan pengusaha sawit, dia cerita ada pesan ini dari Pak Menko, kalau nanti bapak-bapak diperiksa pajaknya ketemu bapak lobi saya, saya lobi Pak Menko nggak bakal ada hasilnya. Apa yang terjadi? Harga minyak goreng turun," ujar Rizal Ramli.

Hal tersebut, menurut Rizal, apabila kebijakan pemerintah sesuai dengan amanat konstitusi. Ia menilai, jika kebijakan berpihak pada rakyat, harga bahan pokok masyarakat akan turun.

"Itulah contoh daripada konstitusi kita, kalau menyangkut hak hajat hidup orang banyak. Pemerintah keberpihakannya mesti jelas tapi kalau harga mobil naik, harga barang elektronik naik nggak usah," ujar Rizal.

Simak juga 'Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar Mulai 2022, Emak-emak Menjerit!':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/tor)