Konflik PKB Harus Selesai 2006 Atau Ditinggalkan Pendukung
Jumat, 28 Apr 2006 01:25 WIB
Jakarta - Konflik yang saat ini mendera PKB diwanti-wanti harus diselesaikan tahun ini juga. Kalau perpecahan ini masih terus terjadi, dikhawatirkan partai ini akan ditinggalkan pendukungnya."Kita harapkan PKB di tahun 2006 ini selesailah. Apakah Islah, rekonsiliasi atau muktamar bersama. Karena ada harapan yang cukup kuat dari publik, agar masalahnya selesai," kata mantan Sekjen PKB Syaifullah Yusuf di rumah makan Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta,Kamis(27/4/2006).Apabila konflik tidak juga selesai pada 2006 ini, maka publik akan meninggalkan PKB dan konsekuensinya adalah turunnya suara pada pemilu."Solusinya kesadaran bersama. Ada perilaku yang tidak sehat yang harus diubah," saran Gus Ipul.Menurutnya, elit PKB jangan hanya memikirkan kepentingan masing-masing,karena memperpanjang konflik itu tidak sehat. "Hak konstituen akan terganggu, termasuk pada Pilkada," ucapnya.Ketika ditanyakan perlukah PKB difasilitasi Aksa Mahmud, seperti halnya PBR. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menuturkan, kondisi yang dialami PKB berbeda dengan PBR."Mereka (PBR) cepat selesai itu artinya tidak sabar dalam berkonflik. PKB kan sabar," tuturnya sambil tertawa.
(bal/)











































