Menag Maftuh Dituding Tidak Paham Pluralisme
Kamis, 27 Apr 2006 23:34 WIB
Jakarta - Kesal dibilang keblinger oleh Menteri Agama (Menag) dalam pertemuan antara Front Penanggulangan Ahmadiyah dan Aliran Sesat (FPAS) dengan Menag pada Senin 24 April lalu, cendekiawan muslim Dawam Rahadjo mengatakan Menag Maftuh Basyuni adalah Menag yang tidak memiliki pemahaman tentang pluralisme."Pengetahuannya dangkal sekali. Dari semua Menteri Agama, dia yang paling dangkal. Jauh kalau dibandingkan dengan mantan Menag seperti Pak Munawir Sadzali," ketusnya dalam jumpa pers di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu 68H, Jakarta Timur, Kamis (27/4/2006).Dawam menyayangkan ucapan-ucapan Menag Basyuni yang tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang figur publik, seperti mengatakan dia keblinger."Dia bilang saya keblinger, padahal yang keblinger itu dia. Saya juga belajar agama dari kecil, dari pesantren," ujar Dawam geram.Dawam juga menegaskan bahwa dia bukanlah seorang penganut Ahmadiyah, melainkan masih tetap Muhammadiyah."Saya bukan Ahmadiyah. Saya heran orang menyangka saya Ahmadiyah. Saya masih Muhammadiyah. Secara state of mind, saya masih Muhammadiyah. Namun saya tak bisa mengatasnamakan Muhammadiyah. Sikap saya di sini adalah sikap yang pluralis, menginginkan kerukunan antarumat beragama," ujar Dawam menjelaskan posisinya dalam Kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.Selain itu, Dawam juga menyayangkan pembelokan isu oleh Menag seolah-olah masalah Ahmadiyah ini menjadi isu internal agama."Menag menyebutkan persoalan Ahmadiyah adalah persoalan internal agama Islam, dalam hal ini agama lain jangan ikut campur. Padahal persoalan ini adalah persoalan hak beragama dan berkeyakinan sesuai hukum dan konstitusi," ujar Dawam.
(bal/)











































