Pemerintah Anggarkan Rp 20 Triliun Bangun Desa Tertinggal
Kamis, 27 Apr 2006 23:26 WIB
Jakarta - Untuk mengentaskan daerah tertinggal, Menteri Percepatan Pembangunam Daerah Tertinggal (PDT) menyiapkan dana Rp 20 triliun. Rencananya dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, selebihnya untuk pembangunan pendidikan dan kesehatan."Kita harapkan dengan adanya aksi nasional ini 4 tahun mendatang desa tertinggal bisa berkurang 10-15 persen," kata Menteri Percepatan Pembangunam Daerah Tertinggal (PDT) Syaifullah Yusuf, saat menjelaskan program di Rumah Makan Pulau dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2006).Jumlah uang yang tidak sedikit ini akan dikumpulkan dari berbagai sumber, dengan model patungan. "Dari Pekerjaan Umum, Diknas, Depkes, Pemerintah Kabupaten, Kota, Provinsi, juga dari donatur," ujar menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini.Dia menjelaskan, program kementeriannya tidak diprioritaskan pada desa-desa tertentu. Namun akan meng-cover pada seluruh desa tertinggal di Indonesia. "50 Persen anggaran untuk membangun tersebut digunakan untuk membangun jalan, selebihnya untuk program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya," tuturnya.Hingga saat ini data yang dimiliki Meneg PDT, dari 70.611 desa, dapat dikategorikan jumlah desa sangat tertinggal ada 2.745 desa, dan desa tertinggal 2.9634. Sedang jumlah desa maju 36.739 dan desa sangat maju 1.493.Dari jumlah desa yang masuk kategori tertinggal sebanyak 32.379. Jika dikelompokan antara Jawa dan Bali dengan di luar Jawa, diperoleh komposisi di Pulau Jawa dan Bali 10.283 atau sama dengan 31,76 persen. Sementara di luar Jawa dan Bali 22.096 atau 68,24 persen.
(bal/)











































