Sultan Bantah Kraton Perintahkan Warga Lereng Merapi Buat Ketupat
Kamis, 27 Apr 2006 21:52 WIB
Yogyakarta - Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X membantah bila kraton mengeluarkan perintah kepada warga yang tinggal di lereng Merapi untuk membuat ketupat dicampur garam dan daun sirih. Tujuannya sebagai tolak bala jika Merapi jadi meletus pada malam Jumat Kliwon saat ini.Sultan justru balik meminta bila ada orang yang mengaku sebagai kerabat Kraton Yogyakarta itu ditanya apa benar dari kraton. Sebab sampai saat ini baik Sultan sendiri ataupun melalui adik-adiknya tidak pernah mengeluarkan perintah tersebut."Nek masalah kon gawe kupat, aku ora ngerti. Sing ngakon kuwi Kraton ngendi, takoni wae Kraton ngendi (yang memerintah itu dari kraton mana, ditanya sajadari kraton mana," pinta Sultan saat menjawab pertanyan wartawan di kantor Kepatihan Jl Malioboro, Kamis (27/4/2006) Ditanya mengenai isu Merapi akan meletus pada hari Jum'at Kliwon saat ini, Sultan mengatakan semuanya bisa saja terjadi. "Itu kan bisa saja terjadi. Itu kan keyakinan dan tradisi dalam masyarakat Jawa, nek ora Selasa Kliwon, Jum'at Kliwon kan gitu," katanya.Dia menegaskan penglihatan batinnya yang penting kalau Gunung Merapi benar-benar meletus masyarakat Yogyakarta tidak menjadi korban. "Yang penting bagisaya, bagaimana kalau Merapi meletus itu masyarakat Yogyakarta tidak jadi korban, yang penting kan itu, itu batin saya," tegas Sultan.Perlu diketahui beberapa hari lalu datang kepada kepada juru kunci Merapi, Mas Ngabehi Suraksohargo atau sering dpanggil Mbah Maridjan kedatangan tamu RMDanumurti yang mengaku kerabat dari Kraton Yogyakarta. Dalam pertemua itu dia meminta agar selamat dari bencana Merapi warga diminta membuat tolak bala yaknilongsongan ketupat dari daun muda kelapa yang berwarna kuning. Didalamnya diisi dengan sejumput garam yang dibungkus dengan daun sirih selembar, kemudian dimasukkan ke dalam ketupat. Selanjutnya ketupat itu dipasang di sebelah kanan dekat pintu masuk rumah. Bila memasang warga akan selamat dari amukan Merapi.
(jon/)











































