Canda Cak Imin soal JK Calon Ketum NU

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 16:38 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Foto: dok. tangkapan layar)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan candaan terkait isu disorongkannya Jusuf Kalla (JK) menjadi Ketua Umum PBNU. JK diketahui telah angkat bicara terkait isu tersebut. JK menilai yang memimpin NU haruslah ulama.

Cak Imin berseloroh, apabila JK memiliki banyak pesantren, bisa saja langsung dipanggil dengan sebutan 'kiai'. Hal itu disampaikan Cak Imin dalam acara Halaqah Satu Abad NU yang disiarkan di YouTube DPP PKB, Kamis (2/12/2021).

Cak Imin awalnya mengatakan, selama pandemi COVID-19, pesantren semakin diminati para santri, misalnya Pondok Pesantren Lirboyo sebanyak 23 ribu santri. Pada awal masa pandemi, banyak santri di pesantren yang terkena COVID-19, tetapi saat ini jumlahnya sudah sedikit. Lalu Cak Imin mengandaikan NU sebagai 'pesantren besar' tempat para santri belajar.

"Pesantren-pesantren yang puluhan ribu jumlah santrinya alhamdulillah aman dan tidak pernah libur, tidak seperti sekolah sekolah umum sempat berhenti setahun kemudian melalui daring melalui jarak jauh, tapi pesantren tetap berjalan normal Alhamdulillah dan menjadi pilihan baru alternatif pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, Nahdlatul Ulama itu disebut pesantren besar karena kumpulan pesantren pesantren," kata Cak Imin.

Cak Imin kemudian berseloroh terkait isu Jusuf Kalla yang sempat diusulkan menjadi calon Ketum PBNU. Namun JK sendiri telah angkat bicara dengan mengatakan pemimpin PBNU semestinya ulama juga. Cak Imin lalu bergurau, jika memiliki pesantren, JK akan dipanggil dengan sebutan kiai.

"Pak JK kemarin banyak yang nawarin dijadiin ketua umum PBNU karena beliau adalah Mustasyar, beliau jawab 'loh saya bukan kiai atau bukan ulama', tapi kalau Pak JK bikin pesantren ya insyaallah langsung bisa disebut kiai, kira-kira begitu," ujar Cak Imin disusul tawa.

Diketahui dalam acara itu hadir pula JK sebagai salah satu pengisi acara. Cak Imin mengaku tidak tahu apakah JK memiliki pesantren atau tidak, tapi ia mengatakan NU saat ini berkembang hingga 100 tahun dan salah satunya banyak peran dari pesantren.

"Saya nggak tahu, saya yakin Pak JK punya pesantren di mana-mana, saya kira.. Nah itu itu salah satu kategori NU adalah pesantren besar, pesantren adalah NU kecil, itu kategorinya sehingga sampai hari ini berkembang sampai hari ini menjadi kekuatan sosial terutama kekuatan politik yang PKB ini salah satu cerminan dari salah satu kekuatan politik Nahdlatul Ulama," ujarnya.

"Oleh karena itu, terima kasih atas kiprah seluruh pengurus NU di seluruh Tanah Air sehingga 100 tahun ini benar-benar menjadi kebanggaan kita sebagai kader NU untuk terus mengembangkan dan membesarkan NU di masa-masa yang akan datang," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Deputi Balitbang Partai Demokrat Syahrial Nasution mengusulkan agar Jusuf Kalla (JK) maju sebagai Ketum PBNU pada muktamar mendatang. JK menegaskan PBNU lebih pantas dipimpin ulama.

"Nahdlatul Ulama itu kebangkitan para ulama. Jadi yang pimpin mesti ulama juga," kata JK dalam keterangannya, Rabu (17/11/2021).

Adapun Syahrial mengusulkan nama JK menjadi caketum PBNU di Muktamar NU pada Desember mendatang. JK dinilai sangat mumpuni untuk memimpin organisasi umat Islam terbesar di Indonesia tersebut. JK, lanjut Syahril, merupakan tokoh bangsa, tokoh nasional, serta termasuk tokoh NU sehingga sangat memenuhi syarat.

"Sangat lengkap pengalaman organisasi dan kemampuannya dalam membesarkan organisasi. Seandainya beliau berkenan memimpin NU ke depan, tentu makin membuat besar organisasi nahdliyin," kata Syahrial Nasution kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

(yld/tor)