Fraksi NasDem DPR Bakal Tegur Hillary Brigitta soal Minta Pengamanan TNI

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 14:43 WIB
hillary brigitta
Hillary Brigitta Lasut (Dok. Instagram @hillarybriggita)
Jakarta -

Fraksi NasDem DPR RI tidak mengetahui anggotanya, Hillary Brigitta Lasut, meminta bantuan pengamanan ke TNI dengan mencolek KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Fraksi NasDem menyatakan bakal menegur Hillary.

Ketua Fraksi NasDem DPR Ahmad Ali mengaku kaget Hillary meminta bantuan pengamanan ke TNI. Ahmad Ali menyebut Hillary seharusnya memberitahukan soal itu ke fraksi.

"Kalau saya sih kaget, tahunya dari media. Harusnya memberitahukan kepada fraksi," katanya kepada wartawan, Rabu (2/12/2021).

Ahmad Ali juga menyinggung aturan yang dijadikan dasar oleh Hillary untuk meminta bantuan pengamanan ke TNI. Diketahui, Hillary menjadikan Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) Nomor 85 Tahun 2014.

"Pertanyaannya, apakah seorang anggota DPR memiliki kapasitas untuk itu? Kalaupun dasar itu yang digunakan, pertanyaan saya sih sebagai fraksi, apakah itu etis, patut?" sebut Ahmad Ali.

Wakil Ketua Umum NasDem itu kemudian membandingkan dengan pengamanan para pimpinan DPR, yaitu pimpinan DPR diberi pengawalan dari pihak kepolisian.

"Seorang Ketua DPR, pimpinan, Puan Maharani, Dasco, dan lain-lain itu diberi pengawalan oleh kepolisian, dan beberapa teman-teman anggota DPR ajudannya pakai kepolisian," tutur Ahmad Ali.

Fraksi NasDem menilai apa yang dilakukan Hillary tidak patut. Ahmad Ali menyatakan akan menegur anggota DPR dapil Sulawesi Utara (Sulut) itu.

"Kalau dari NasDem, itu tidak patut, dan itu pasti saya buat teguran hari ini," terang Ahmad Ali.

Diberitakan sebelumnya, Hillary membeberkan alasan meminta bantuan pengamanan ke TNI. Permintaan bantuan pengamanan itu berkaitan dengan kasus masyarakat kecil di Sulut yang dia kawal.

"Kalau ditanya kenapa, jujur saja saya harus mengakui, cukup tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan berusia 20-an dan belum menikah, khususnya di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak," ungkap Hillary di akun Instagram seperti dikutip Kamis (2/12).

"Keharusan untuk tugas luar, bertemu banyak orang, dan bertemu masyarakat sampai larut malam, serta mengutarakan pendapat dan suara rakyat, yang terkadang berbeda haluan dengan kepentingan sebagian golongan kuat, membuat ancaman dan rasa khawatir tidak terelakkan," imbuh dia.

Tonton juga Video: 700 Personel TNI-Polri Halau Massa Akan Reuni 212 di Manahan Solo

[Gambas:Video 20detik]



(zak/tor)