Plt Bupati Kuansing Berang Perusahaan Sawit Bikin Parit di Lahan Konflik

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 11:31 WIB
Plt Bupati Suhardiman Amby saat mengunjungi lokasi konflik dan bertemu warga. (dok. Istimewa)
Plt Bupati Suhardiman Amby saat mengunjungi lokasi konflik dan bertemu warga. (Dok. Istimewa)
Kuantan Singingi -

Konflik lahan antara perusahaan sawit dan masyarakat masih terjadi di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Plt Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, berang karena pihak perusahaan menggali parit untuk membatasi akses masyarakat.

Suhardiman menyebut konflik lahan itu terjadi di Singingi Hilir antara masyarakat dan salah satu perusahaan. Dia meminta perusahaan tidak menggali parit selama konflik masih terjadi.

"Kita sudah surati pihak terkait (perusahaan), tapi mereka tetap melakukan penggalian parit di kebun masyarakat dengan pengawalan dari aparat," kata Suhardiman Amby kepada wartawan, Kamis (2/12/2021).

Dia mengatakan surat itu dikirim dua kali, yaitu pada 4 dan 8 Oktober 2021. Dia meminta pihak perusahaan tidak membuat parit dan menumbangkan pohon sawit di lahan yang diklaim milik masyarakat.

"(Perusahaan) tidak melakukan kegiatan di wilayah konflik tanpa ada keputusan Pengadilan yang inkrah. Surat kita tidak diindahkan," ujar Suhardiman.

Suhardiman juga mengirimkan surat kepada seluruh kepala desa di daerah konflik. Termasuk menutup akses jalan untuk perusahaan sampai ada penyelesaian.

"Kemarin sudah kita coba tutup jalan, tapi dibuka paksa," kata Suhardiman.

Dalam video yang dilihat detikcom, tampak polisi mencoba menghalau warga yang menghalangi alat berat bekerja. Warga terlihat sempat terlibat cekcok.

"Kami berani darah kami tumpah di sini. Jangan ditumbang," kata seorang warga dalam video itu.

(ras/haf)