Pasien Face Off Bandung Dioperasi 29 April

Pasien Face Off Bandung Dioperasi 29 April

- detikNews
Kamis, 27 Apr 2006 17:24 WIB
Bandung - Akhirnya operasi face off Dini Setia Utami (13) siap digelar. Remaja itu dioperasi pada Sabtu 29 April pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jalan Pasteur. Pihak RSHS Bandung telah menyiapkan 4 tim untuk pembedahan hingga perawatan pasca-operasi. Tim dokter ini terdiri dari tim bedah plastik, anestesi, dokter anak, orthopedi, dan tim rehabilitasi medik. Diperkirakan operasi rekonstruksi wajah ini memakan waktu hingga 12 jam. "Kita siapkan operasi ini berjalan dengan baik. Pasien jangan sampai drop," ungkap Ketua Tim Dokter Bedah RSHS Bandung, dr Hardisiswo Soedjana saat jumpa pers di RSHS Bandung, Kamis (27/4/2006). Hingga saat ini kondisi pasien Dini Setia Utami tergolong cukup baik. Namun kondisi gizinya tak cukup baik.Tim dokter bedah mengoperasi Dini dalam beberapa tahapan. Tahap pertama, tim dokter akan melakukan pelepasan terhadap bekas-bekas luka bakar yang terdapat pada bagian wajah, leher, tangan dan dada pasien. Bagian-bagian kulit yang telah mengeriput akibat luka bakar akan ditarik. Bekas-bekas kulit yang terbuka itu kemudian akan ditutup dengan jaringan kulit bagian tubuh pasien lainnya. Dalam operasi tersebut tim dokter bedah akan memindahkan posisi tubuh Dini, dari terlentang hingga menelungkup, untuk mengambil jaringan kulit pada bagian tubuh belakang gadis malang itu.Pada tahapan kedua, tim dokter bedah akan memasukkan tissue expander pada bagian kulit bawah Dini. Tujuan penanaman tissue yang berisi air garam tersebut untuk mendapatkan jaringan kulit yang lebih luas lagi. "Operasinya cukup sulit karena keterbatasan donor. Selain itu, kita memprediksi untuk menghubungkan pembuluh darah cukup sulit karena lubang pembuluh darahnya kecil. Takut terjadi penyumbatan darah, " beber dr Hardisiswo. Tim dokter juga telah menyiapkan sekitar 4 buah labu darah segar. Hingga saat ini seluruh peralatan operasi sudah lengkap. Alat ini antara lain adalah elektrik dermatom untuk mengambil bagian kulit, laser, tissue expander dan beberapa alat bedah lainnya yang tak dimiliki oleh RSHS Bandung. Alat-alat tersebut diimpor dari Singapura. Dalam operasi tersebut tekanan darah pasien akan dijaga ketat. Tekanan darah pasien wajib stabil dan tak boleh kurang dari 100 mmHg. "Mudah-mudahan berjalan dengan baik. Kita ini manusia biasa, jadi jangan terlalu over estimate. Proses penyembuhan ada perawatan khusus jangan sampai terjadi pengerutan atau infeksi,"ungkapnya. Pasca-operasi nanti Dini juga mesti menjalani perawatan susulan. Agar tak terjadi pengerutan, gadis yang wajahnya rusak sejak umur 2,5 tahun ini akan memakai beberapa alat penyangga. Alat itu akan dipasangkan pada bagian leher dan tangan. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads