Polri Respons Usul Buya Syafii soal Rekrut Santri Hadapi Kelompok Radikal

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 18:36 WIB
Jakarta -

Polri mendengar usul cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii yang meminta institusi Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol). Polri menganggap usulan itu sebagai masukan yang baik.

"Ya itu sesuatu masukan yang baik, Polri tentunya akan mendengar seperti itu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2021).

Rusdi mengatakan Polri pernah melakukan hal itu pada 2008. Kala itu, perekrutan santri dilakukan saat level bintara.

"Dan kita pernah lakukan itu semua, rekrutmen di bintara pernah kita lakukan, itu lebih-kurang tahun 2008. Di mana kita banyak merekrut bintara-bintara Polri itu dari santri-santri. Itu pernah kita lakukan," tuturnya.

Lebih lanjut, Rusdi menyebut masukan Buya Syafii sebagai sesuatu yang konstruktif. Dia menegaskan Polri akan mendengar masukan Buya Syafii.

"Merupakan suatu masukan yang konstruktif, tentunya untuk bagaimana Polri bisa melakukan tugas-tugasnya lebih baik lagi. Yang datang dengan ancaman-ancaman paham radikalisme dan terorisme di tanah air. Itu jadi masukan konstruktif," terang Rusdi.

"Nah sekarang ada masukan dari Buya Syafii, ya tentunya itu kita dengar," imbuhnya.

Sebelum itu, Buya Syafii Maarif memberikan usulan kepada Polri. Buya meminta institusi Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akpol.

Usulan Buya yang berupa video itu diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya menilai rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.

"Saya Ahmad Syafi'i Ma'arif Salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian, terutama Kapolri dan jajarannya, untuk merekrut para santri menjadi Akpol," kata Buya dikutip dari video tersebut, Selasa (30/11).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke dalam Akpol. Tapi yang masuk Akpol harus benar-benar berkualitas. Ia menilai hal dapat mempermudah Polri menumpas kelompok radikal.

"Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti-Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah," ucapnya.

Menurutnya, Polri harus proaktif mencari santri yang layak masuk Akpol.

"Polisi harus proaktif untuk ini. Dicari betul-betul berkualitas, sama seperti yang lain. Sampai nanti mereka menjadi perwira, tapi mereka mengerti kitab kuning mengerti kitab-kitab agama, seperti yang dipahami kelompok radikal ini," imbuhnya.

Terpisah, Erik Tauvani, yang merupakan orang dekat Buya Syafii saat dimintai konfirmasi soal postingan itu, membenarkan Buya memberikan pernyataan tersebut. Bahkan dia sendiri juga mendapat video yang sama dari langsung Buya pagi tadi.

"Buya tadi pagi juga mengirimkan video tersebut ke saya jam 06.30 WIB. (Video diambil) Jumat 26 November di Masjid Nogotirto," kata Erik.

(drg/knv)