RI Ajak ASEAN Tingkatkan Kualitas Pelatihan bagi Calon Pekerja Migran

Atta Kharisma - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 17:38 WIB
Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan Kemnaker, Aris Wahyudi
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan berbagai upaya agar Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) memiliki persiapan yang matang sebelum berangkat ke negara penempatan. Salah satunya dengan mengajak negara-negara anggota ASEAN berbagi informasi dan pengalaman terbaiknya terkait pelatihan bagi calon pekerja migran.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan Kemnaker, Aris Wahyudi saat membuka Workshop to Improve the Quality of pre-Departure Training (Workshop Peningkatan Kualitas Pelatihan Pra Pemberangkatan) secara hybrid pada hari ini.

"Penyelenggaraan workshop ini penting agar kualitas pelatihan pra-pemberangkatan bagi calon pekerja migran meningkat," jelas Aris dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Aris menerangkan pelatihan pra pemberangkatan bagi CPMI bertujuan untuk memberikan gambaran umum terkait adat istiadat, sosial dan budaya, serta norma hukum yang berlaku di negara tujuan penempatan, sehingga mengurangi tingkat gegar budaya dalam beradaptasi di lingkungan baru.

"Pelaksanaan pelatihan pra pemberangkatan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia bersama dengan pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi calon pekerja migran yang akan bekerja keluar negeri," tuturnya.

Ia menambahkan pelatihan bagi pekerja migran hendaknya juga dilakukan ketika pekerja migran tiba di negara penempatan dalam bentuk post arrival orientation atau orientasi setelah kedatangan pekerja migran.

Aris menilai program orientasi setelah kedatangan bagi pekerja migran termasuk program orientasi terstruktur yang difasilitasi oleh tuan rumah negara penempatan atau kedutaan serta konsulat negara pengirim kepada pekerja migran setibanya di negara tujuan.

"Program-program ini dapat dilaksanakan oleh pemerintah, organisasi pekerja, pengusaha/pemberi kerja, organisasi masyarakat sipil, atau kombinasi dari pemangku kepentingan," tuturnya.

Menurut Aris, program orientasi setelah kedatangan pekerja migran memperkuat pelatihan orientasi pra keberangkatan. Salah satu fungsi utamanya yaitu memperkaya informasi bagi pekerja migran sekaligus memfasilitasi proses adaptasi di negara penempatan.

"Program ini juga berfungsi membantu pekerja migran ketika menghadapi permasalahan dan menyelesaikannya, serta menghadapi tantangan pekerjaan," katanya.

(ncm/ega)