Said Iqbal Ungkap Tiga Alasan Utama Partai Buruh di Indonesia Gagal

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 16:59 WIB
Jakarta -

Di Indonesia, Partai Buruh pertama kali didirikan oleh aktivis buruh Muchtar Pakpahan pada 2003. Tapi, tak seperti di negara-negara maju, kehadiran Partai Buruh itu justru tak mendapat dukungan luas bahkan dari kalangan buruh itu sendiri.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang terpilih menjadi Presiden Partai Buruh pada 5 Oktober 2021, mengungkapkan tiga alasan utama kenapa Partai Buruh gagal meraih dukungan signifikan. Pertama, kata Said, para pengurus elit partai kala itu didominasi hanya dari satu suku, yakni Batak. Ia mengaku pernah menyampaikan kritik langsung kepada Muchtar Pakpahan saat masih hidup.

"Saya terbuka, ini bukan SARA, maaf ya. Saya sampaikan, Abang ini mendirikan partai (tapi) hanya berisikan orang Batak. Susah, Bang. Maaf ya," kata Iqbal mengungkapkan kembali percakapannya dengan Muchtar Pakpahan, dalam program Blak-blakan di detikcom, Rabu (1/12/2021).

Kedua, Partai Buruh cuma disokong oleh satu organisasi yakni serikat buruh yang dipimpin Muchtar Pakpahan. Ketiga, faktor agama. Belajar dari kekeliruan di masa lalu, Partai Buruh yang kembali dideklarasikan itu menata ulang kembali pola kepengurusan, rekrutmen, hingga platform perjuangannya.

Suka tidak suka, primordialisme dalam masyarakat negara mana pun itu ada. Di Amerika yang mayoritas Protestan, kata Said Iqbal, baru John F. Kennedy yang Katolik bisa jadi presiden.

"Karena itu di pengurusan Partai Buruh sekarang ini beragam, ada yang Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Budha. Sukunya juga beragam. Pokoknya kami mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika," kata Said Iqbal.

Spektrum basis dukungan pun kali ini lebih luas mencakup empat federasi serikat pekerja/buruh tingkat nasional. Juga ada Serikat Petani Indonesia, JALA PRT, buruh migran, guru honorer, hingga para pengemudi ojek online.

Saat ini, ia mengklaim pengurus dan anggota Partai Buruh sudah tersebar di 34 Provinsi dan 490 kabupaten. Sehingga, Said Iqbal yakin partainya akan lolos verifikasi KPU. "Saya targetkan kami bisa meraih empat persen parlementer threshold lolos atau kira-kira 15-20 kursi. Mohon doa dari semua rakyat Indonesia," tutup Said Iqbal.

(ddg/jat)