Kubu Moeldoko Ungkit Beda Eks Ketua PD Riau Saat Bongkar KLB-Kecewa ke AHY

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 16:20 WIB
Asri Auzar (Raja Adil Siregar/detikcom)
Asri Auzar (Raja Adil Siregar/detikcom)
Jakarta -

Juru bicara kubu Moeldoko Muhammad Rahmad membeberkan beda sikap eks Ketua DPD Partai Demokrat Riau Asri Auzar dulu dan saat ini. Dia menyebut Asri Auzar dulu menjadi orang yang lantang menentang KLB Deli Serang, tapi kini justru kecewa terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Rahmad memberikan dua video berbeda dari Asri Auzar. Video pertama adalah pernyataan Asri Auzar saat membongkar KLB Deli Serdang.

Video kedua yakni pengakuan Asri Auzar yang menyesal telah mendukung AHY. Asri Auzar mengaku kecewa karena adanya penyelenggaraan musyawarah daerah (Musda) V, padahal jabatannya berakhir pada 2022.

"Sebelum dilengserkan oleh AHY, Asri Auzar adalah Ketua DPD Demokrat Riau yang paling lantang membela AHY dan menghujat KLB Deli Serdang," kata Rahmad.

"Setelah dilengserkan AHY tanpa sebab yang jelas, Asri Auzar mengutuk orang yang melengserkannya, menyesal mendukung AHY, dan menyatakan keluar dari Partai Demokrat. Langkah itu juga diikuti oleh sederetan petinggi Demokrat DPD Riau," lanjut Rahmad.

Rahmad menilai sikap Asri Auzar dan kader Demokrat di Riau bentuk kesadaran akan sikap otoriter AHY. Dia menyebut kepemimpinan AHY merupakan praktik ala Hitler.

"Saudara kami di Riau ini akhirnya sadar juga setelah diperlakukan semena-mena, otoriter, dan tidak adil oleh AHY. Cerita AHY tentang Demokrasi didalam Partai Demokrat hanya omong kosong. Praktiknya bertolak belakang dengan yang diucapkan. AHY kembali mempertontonkan praktek ala Hitler di dalam Partai Demokrat," ujarnya.

"Tindak tanduk AHY yang semena-mena, otoriter dan tidak adil kepada kader kader partai itulah yang diperjuangkan oleh kader kader Demokrat di KLB Deli Serdang," kata Rahmad.

Rahmad salut dengan keberanian Asri Auzar menentang KLB Deli Serdang. Namun, dia menyayangkan upaya itu tidak dinilai oleh AHY.

"Kami sangat memahami luka dalam yang dirasakan Asri Auzar di Riau. AHY telah membalas loyalitas Asri Auzar yang 'bertukus lumus' membela dia melawan KLB Deli Serdang, kemudian dibuang AHY begitu saja di pinggir jalan seperti anak buangan. Jerih payah Asri Auzar membesarkan Demokrat di Riau dan loyalitasnya kepada AHY dianggap tak ada nilai oleh AHY," ucapnya.

"Yang dialami Asri Auzar di Riau hanyalah sebagian contoh kecil. Kader kader Demokrat yang lain sudah lebih dahulu mengalaminya," lanjut Rahmad.

Meski begitu, Rahmad mengatakan pihaknya membuka pintu maaf atas sikap Asri Auzar yang menentang KLB Deli Serdang. Dia lantas mengajak Asri Auzar untuk bergabung ke Kubu Moeldoko.

"Oleh karena itu, meskipun Asri Auzar dan teman teman kami di Riau dulu sangat lantang menyerang Pak Moeldoko dan KLB Deli Serdang, Pak Moeldoko telah membuka pintu maaf untuk Saudara kami di Riau, dan kami juga membuka pintu jika ingin bergabung dalam barisan KLB Deli Serdang," tuturnya.

(eva/gbr)