Hamid Usul Napi Dihukum Kurang Setahun Tidak Usah Dipenjara

Hamid Usul Napi Dihukum Kurang Setahun Tidak Usah Dipenjara

- detikNews
Kamis, 27 Apr 2006 15:55 WIB
Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi kalau lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia dipenuhi para tahanan hingga overload. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin pun dibuat pusing. Ide pun akhirnya keluar dari Hamid untuk untuk mengurangi sesaknya napi di tahanan. Usulannya, bagi napi yang dihukum kurang dari satu tahun, sebaiknya tidak usah dipenjara."Mereka diberikan saja alternatif hukuman dalam bentuk community service," ujar Hamid Awaludin di sela-sela ulang tahun ke-42 Lembaga Pemasyarakatan Depkum HAM di Pusdiklat Depkum HAM di Jalan Gandul, Cinere, Depok, Kamis (27/4/2006). Dengan hukuman alternatif, lanjut Hamid, napi-napi tersebut dapat melakukan kerja sosial di institusi publik untuk kepentingan publik dan tidak digaji. Hamid beralasan, bila napi dengan hukuman minimal cenderung menjadi pembuat onar di penjara, karena mereka berpikir tidak akan dihukum lama.Napi-napi ini biasanya juga mempratekkan ilmu kriminal baru hasil berguru di penjara. "Dengan program ini, kita bisa memperlakukan tahanan lainnya dengan lebih manusiawi," kata pria bergelar doktor ini.Hamid bercerita, sewaktu berkunjung ke LP kelas II A Batam, untuk kesekian kali ia menemukan ruangan-ruangan penuh sesak. Lapas yang diperuntukkan 170 napi diisi 1.270 napi. Dari jumlah sebesar itu, terdapat 83 napi perempuan berjejalan di ruangan yang diperuntukkan bagi 15 orang dengan ukuran 6 X 8 meter persegi. Kalau malam hari tidur berhimpitan sampai ke depan WC.Petugas yang berjaga hanya 6 orang bergiliran dari 50 orang yang ada. Setiap satu penjaga lapas menangani 200 orang. "Saya sempat terpikir memindahkan mereka ke ruko-ruko sewaan di Pulau Batam," katanya.Perbandingan napi dengan sipir di Indonesia 1 banding 50. Bahkan di Rutan Salemba perbandingannya 1: 870. Padahal peraturan Eropa 1:5. "Ini gara-gara LP pernah tidak menerima pegawai sehingga kekurangan SDM, padahal kriminalitas naik terus," ujarnya. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads