ADVERTISEMENT

Yakin Suami Ditembak Ipda OS dari Belakang, Istri Poltak Ungkap Foto Mobil

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 13:49 WIB
Mobil Poltak Pasaribu dkk ditembak Ipda OS
Mobil Poltak Pasaribu dkk ditembak Ipda OS (Foto: dok ist/detikcom)

Penjelasan Versi Polda Metro Jaya

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap pelaku penembakan di Exit Tol Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, adalah anggota Satuan PJR Polda Metro Jaya. Pelakunya adalah Ipda OS, yang berdinas di Induk 4 Sat PJR. Dua orang tertembak, salah satunya meninggal dunia.

"Bahwa Ipda OS ini adalah anggota Dirlantas Polda Metro. Tepatnya di Sat PJR," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebutkan adanya peristiwa lain yang melatarbelakangi Ipda OS melakukan penembakan. Ini diawali ketika pria inisial O melaporkan dirinya dibuntuti oleh tiga kendaraan.

Konferensi pers di Polda Metro Jaya (Foto: Rakha/detikcom)Konferensi pers di Polda Metro Jaya (Rakha/detikcom)

Penembakan terjadi pada Jumat (26/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Berikut runutan kejadian pria berinisial O dibuntuti hingga terjadinya penembakan:

Pria berinisial O melaporkan lewat telepon kepada Ipda OS bahwa dirinya merasa terancam. Pria O dibuntuti oleh tiga kendaraan sejak dari hotel di kawasan Sentul, Bogor.

"Karena terancam, orang tersebut lapor ke kepolisian," ujar Kombes Tubagus Ade Hidayat di Polda Metro Jaya, Selasa (30/11).

Ipda OS diketahui berdinas di Induk PJR Jaya 4 Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Ipda OS kemudian mengarahkan O agar keluar tol menuju ke tempatnya berdinas agar dirinya bisa memberi perlindungan.

Setiba di lokasi, disebutkan terjadi keributan. Hingga kemudian Ipda OS melepaskan tembakan. Kombes Tubagus tidak menjelaskan berapa kali Ipda OS meletuskan tembakan saat kejadian.

"Dan setelah terjadi--berdasarkan keterangan saksi sementara--terjadi peristiwa ribut di situ dan dengar satu tembakan, mengaku polisi dan keterangan saksi mau ditabrak dan terkena tembakan dua kali yang mengenai korban," tuturnya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang tertembak atas nama Poltak Pasaribu dan M Aruan. Pada saat kejadian, keduanya dibawa ke RS Pelni, namun kemudian dipindahkan polisi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kedua korban pada saat itu mengalami luka dan dibawa RS Pelni awalnya, kemudian dipindahkan ke RS Kramat Jati untuk penanganan lebih baik," katanya.

Pada Sabtu (27/11), salah satu korban Poltak Pasaribu meninggal dunia. Sementara korban M Aruan masih dirawat di RS Polri. Kedua korban mengaku sebagai wartawan.

Dalam perkara ini, Polda Metro Jaya telah mengamankan Ipda OS. Tim Propam ikut turun tangan untuk mendalami apakah penembakan yang dilakukan oleh Ipda OS ini sesuai prosedur.

Tubagus mengatakan saat ini Ipda OS belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan di Exit Tol Bintaro itu. Tubagus mengatakan pihaknya masih perlu bukti untuk menetapkan Ipda OS sebagai tersangka.

"Saat ini yang bersangkutan belum ditetapkan tersangka, kenapa? Karena untuk tetapkan tersangka harus minimal dua alat bukti. Peristiwa penembakan benar terjadi, peristiwa sebabkan orang meninggal benar terjadi, tapi maksud tujuan pelaporan masih didalami maka akan didalami oleh Divisi Propam Polri dan Propam Polda Metro Jaya," jelasnya.


(hri/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT