ADVERTISEMENT

Yakin Suami Ditembak Ipda OS dari Belakang, Istri Poltak Ungkap Foto Mobil

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 13:49 WIB
Mobil Poltak Pasaribu dkk ditembak Ipda OS
Mobil Poltak Pasaribu dkk ditembak Ipda OS (Foto: dok ist/detikcom)
Jakarta -

Poltak Pasaribu tewas dalam peristiwa penembakan oleh anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS, di Exit Tol Bintaro. Istrinya, Listi boru Silitonga, membantah pengakuan pihak Polda Metro Jaya bahwa suaminya dkk melakukan perlawanan.

Kepada detikcom, Listi menunjukkan sejumlah foto mobil yang ditumpangi Poltak Pasaribu dkk. Foto itu diambil pihak keluarganya diam-diam saat mobil itu masih terparkir di RS Pelni, Jakarta Barat, Jumat (26/11) malam.

Poltak Pasaribu dkk dilarikan ke RS Pelni tidak lama setelah peristiwa penembakan terjadi. Listi dan keluarganya bergegas ke rumah sakit tersebut saat mendapat kabar lewat telepon bahwa suaminya tewas ditembak.

Menurut Listi, ada banyak polisi di rumah sakit tersebut saat dia dan keluarganya tiba.

Mobil Poltak Pasaribu dkk ditembak Ipda OSMobil Poltak Pasaribu dkk ditembak Ipda OS Foto: dok ist/detikcom

Dalam beberapa foto yang ditunjukkan Listi, terlihat ada satu lubang bekas tembakan di bagian kiri belakang mobil bernopol B-2235-TRA tersebut. Menurut Listi, peluru itulah yang tembus mengenai suaminya, Poltak Pasaribu. Poltak tewas akibat penembakan oleh Ipda OS tersebut.

Listi mengatakan Poltak Pasaribu bersama 3 orang lainnya dalam mobil LCGC warna hitam yang ditumpangi tersebut. Mobil disopiri Charles, sementara Poltak Pasaribu dan M Aruan duduk di bagian belakang sopir. Saat ditanya siapa satu orang lagi dalam mobil tersebut, Listi mengaku tidak tahu.

Poltak Pasaribu tewas setelah terkena tembakan di bagian perut. M Aruan juga terkena tembakan di bagian punggung dan kini masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Listi berharap polisi menegakkan keadilan dalam kasus penembakan yang menewaskan suaminya ini. Dia tidak terima suaminya dkk disebut pihak Polda Metro Jaya melakukan perlawanan.

Mobil Poltak Pasaribu dkk ditembak Ipda OSMobil Poltak Pasaribu dkk ditembak Ipda OS (Foto: dok ist/detikcom)

"Saya nggak terima, polisi membela diri. Orang ini (Poltak Pasaribu dkk) nggak ada senjatanya. Pembelaan diri doang ini polisinya, si pelaku," kata Listi saat dihubungi detikcom lewat telepon, Rabu (1/12/2021).

"Harus diusut sampai tuntas apa penyebab dan motifnya pelaku menembak suami saya sampai tewas," sambungnya.

Listi mengatakan mendapatkan cerita langsung dari Charles, pria yang menyopiri suaminya Poltak Pasaribu saat kejadian, juga dari M Aruan, korban lainnya yang juga terkena tembakan dan masih dirawat di rumah sakit.

Dari cerita yang diterima Listi, suaminya Poltak Pasaribu dkk saat itu sedang membuntuti seseorang terkait kasus pejabat yang disebut membawa istri orang. Pejabat yang dimaksud ini disebut-sebut merupakan pejabat di DKI Jakarta, namun bukan dari eksekutif.

Saat Poltak Pasaribu dkk membuntuti di jalan menggunakan mobil, polisi yang disebut pihak Polda Metro Jaya sebagai Ipda OS ini menyuruh mereka menepi di pinggir jalan tol. Setelah menepi, tidak disangka-sangka Ipda OS ini langsung melepas tembakan.

"Agak minggir-lah orang ini di depan. Turunlah satu si pelaku ini. Orang itu nggak tahu itu polisi kan. Langsung ditembak dari belakang. Datang sopir yang depan dikiranya pelurunya ini (ditembakkan) ke atas. Setelah itu bapaknya (Poltak Pasaribu) bilang, 'Aduh, saya ditembak, saya kena'. Kelihatan kan di belakang mobil itu bekas pelurunya," papar Listi.

"Belum sempat orang itu (Poltak Pasaribu dkk) bertanya ini siapa. Tadinya kan (semestinya) komunikasi dululah. Ini langsung ditembak katanya. Turun si pelaku langsung ditembakkan. Cuma di TV kenapa dibilang seakan-akan polisi membela diri karena ada perlawanan. Nggak ada," sambungnya.

Listi menambahkan sejak awal heran mengapa pihak Polda Metro Jaya lama mengungkap ke publik siapa pelaku penembakan ini. Padahal polisi sejak awal bisa memeriksa CCTV dan sudah mendapat keterangan dari saksi hidup dan saksi korban.

"Aku bingungnya kenapa lama diusut. Dari situ saya memang udah tanda tanya itu kan katanya karena nggak ada pengaduan keluarga, kata pihak polisi. Padahal kan setelah polisi datang ke rumah sakit udah tahu dong TKP di mana, udah diwawancarai sopir, udah dibawa korban dua. Kenapa dilama-lamain," ucapnya.

"Kan bisa saja langsung buka CCTV. Ini kan didiamin. Dari situ kita udah tanda tanya memang," sambungnya lagi.

Simak di halaman selanjutnya penjelasan peristiwa ini versi pihak Polda Metro Jaya....

Lihat juga Video: Jadi Pelaku Penembakan, Polisi PJR Polda Metro Belum Ditetapkan Tersangka

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT