Sambut Mayday, Polwiltabes Semarang Siaga Bentrok
Kamis, 27 Apr 2006 14:40 WIB
Semarang - Gaung demo besar-besaran pada 1 Mei mendatang terasa juga di daerah. Dalam simulasi di Jalan Pahlawan, Kamis (27/4/2006), Polwiltabes Semarang siap-siap jika bentrokan terjadi.Simulasi yang melibatkan ratusan aparat Dalmas, TNI, dan bagian kesehatan itu menyita perhatian pengendara jalan. Apalagi saat 'pendemo' melakukan aksi lempar ke arah polisi. Mereka menduga kejadian tersebut benar-benar nyata.Untuk memudahkan simulasi, separo badan jalan ditutup sejak pukul 08.00 WIB. Akibatnya lalu lintas di jalan protokol itu tersendat beberapa jam. Karena baik 'pendemo' maupun aparat mensimulasikan saling kejar di seluruh ruas jalan.Dalam skenario kepolisian, pendemo tidak dizinkan masuk ke Kantor DPRD, gubernur, dan Polda Jateng. Karena itu, lokasi-lokasi vital tersebut direncanakan akan steril dari massa buruh pada 1 Mei mendatang."Ya, kita memang disiagakan bentrok. Namun kita berusaha seminimal mungkin hal itu tidak terjadi," kata Kapolwiltabes Semarang Kombes Suhartono ketika ditanya soal skenario bentrok.Suhartono mengungkapkan, beberapa hari lalu, dia mengundang sejumlah organisasi buruh. Dia meminta buruh agar dalam aksinya tidak menggunakan cara-cara anarkhis. Dengan demikian, kondusifitas kota akan terjaga. "Sampai hari ini, baru ada satu organisasi buruh yang mengajukan izin demo. Mereka berjumlah sekitar 200 orang dan berasal dari daerah pantura," jelasnya.Meski suasana Mayday terkesan mengkhawatirkan, kepolisian tidak memberlakukan status 'siaga'. Mereka hanya bersiap terhadap kemungkinan terburuk dengan merencanakan berbagai skenario penanganan.Selain dibantu TNI dan pemerintah setempat, kepolisian mengerahkan 6 SSK (Satuan Setingkat Kompi) atau sekitar 900 personel. Mereka disiagakan di beberapa lokasi yang kemungkinan akan jadi sasaran aksi massa.
(nrl/)











































