Industri Kesehatan Digital Diminta Manfaatkan Momentum G20

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 10:17 WIB
Pelaku Industri Kesehatan Digital Diminta Manfaatkan Momentum G20
Foto: Dok. Kominfo

Johnny menyatakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Kesehatan, isu layanan kesehatan nasional berkaitan dengan tindakan kuratif, preventif, promotif, rehabilitatif, dan pelayanan medis. Menurutnya, hal-hal tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur digital.

Ia menegaskan salah satu aspek penting dalam e-health berkaitan dengan pemerataan jangkauan ke seluruh wilayah Indonesia. Sejalan dengan penggelaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Johnny meyakini layanan e-health akan tumbuh pesat.

"Dalam hal ini pelayanan kepada masyarakat. Ini sejalan dengan arahan Presiden, di samping membangun infrastruktur yang luas. Kita juga mengisi hilirisasi (downstream)-nya untuk dimanfaatkan," kata Johnny.

Ia mengulas pada akhir tahun 2020 lalu, Indonesia masih memiliki sekitar 3.126 fasilitas layanan kesehatan yang belum memiliki akses internet. Namun, pada akhir tahun, pemerintah memberikan solusi penyediaan internet memanfaatkan satelit.

"Dengan tersedianya infrastruktur TIK, maka seluruh perangkat aplikasinya seperti PeduliLindungi, PCare, maupun SiLacak dan aplikasi lainnya dari Kementerian Kesehatan, semuanya bisa kita layani dengan baik mulai dari data masyarakatnya, tracking dan tracing-nya, hingga pada vaksinasi," papar Johnny.

Johnny menyatakan pandemi COVID-19 merupakan hal yang baru bagi seluruh pemerintahan di dunia. Namun, dengan ketersediaan infrastruktur dan layanan digital, menurutnya Pemerintah Indonesia mampu untuk menangani COVID-19.

"Terbukti, sampai saat ini kerjasama yang kuat dengan kegotongroyongan antara pemerintah dan masyarakat, Indonesia berhasil menekan laju penyebaran COVID-19. Sehingga, kita dari evaluasi sudah landai dibandingkan wilayah yang lain," pungkasnya.


(akd/ega)