Salah Kirim Jenazah Tentara, PM Howard Minta Maaf
Kamis, 27 Apr 2006 14:20 WIB
Canberra - Seorang janda tentara yang meninggal di Irak marah besar kepada Perdana Menteri (PM) Australia John Howard. Gara-garanya, otoritas Australia telah salah mengirim jenazah suaminya. Hah?!PM Howard langsung minta maaf atas kejadian itu. "Saya ingin mengatakan bagaimana saya sangat menyesal atas apa yang telah terjadi dan saya harap bisa mengubahnya tapi saya tidak bisa," kata Howard pada radio lokal seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (27/4/2006).Prajurit Australia bernama Jacob Kovco yang ditugaskan ke Irak, tewas pada 21 April lalu. Otoritas Australia pun mengatur pemulangan jenazah Kovco dari Irak.Namun betapa kagetnya keluarga almarhum ketika mendapati bahwa jasad suaminya telah tertukar dengan orang yang tak dikenal. Istri Kovco, Shelley murka atas peristiwa itu. Perempuan itu terang-terangan mengungkapkan kemarahannya langsung kepada Howard. Shelley pun mendesak Howard untuk melakukan segala upaya guna memulangkan jasad suaminya secepat mungkin.Dikatakan Howard, dirinya bisa memahami kemarahan Shelley dan telah meminta maaf kepada janda dua anak itu.Pemerintah Aussie menyalahkan kontraktor swasta yang mengelola rumah duka di Kuwait atas kekeliruan fatal ini. Pimpinan pasukan pertahanan Australia, Marsekal Angus Houston mengaku bingung bagaimana menjelaskan kekeliruan ini. Penyelidikan tengah dilakukan untuk mengusut insiden ini. "Ini benar-benar situasi yang tidak bisa kita jelaskan," katanya kepada wartawan Australia.Departemen Pertahanan Australia menegaskan, jenazah Kovco akan diterbangkan ke tanah air segera. Sebab-sebab "kekeliruan parah dan tidak bisa diterima" ini akan diselidiki dengan seksama.Kovco meninggal di Baghdad, Irak setelah secara tidak sengaja menembak dirinya sendiri ketika sedang membersihkan senjatanya. Pria berusia 25 tahun itu merupakan tentara Australia pertama yang meninggal di Irak.
(ita/)











































