Aksi Mayday
Buruh Anarkis Bakal Didor!
Kamis, 27 Apr 2006 14:23 WIB
Jakarta - Jika aksi buruh besar-besaran pada 1 Mei menjurus ke tindakan anarkis, polisi tidak segan-segan memberlakukan tembak di tempat. Dorrr!"Hal itu (tembak di tempat) bersifat situasional. Kalau dalam demo mengancam nyawa orang lain dan harta benda orang lain, tentu akan kita ambil tindakan tegas," kata Kapolda Irjen Pol Firman Gani.Hal ini disampaikan dia di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (27/4/2006).Menurut dia, keputusan tembak di tempat akan diambil oleh perwira yang akan ditempatkan di lapangan.Namun demikian, Kapolda menegaskan akan mendahulukan cara-cara persuasif. "Artinya tanpa menggunakan senjata dan pentungan," ujarnya.Selain itu, lanjut Kapolda, pihaknya akan melakukan kanalisasi, yakni memberikan kebebasan untuk buruh dalam melakukan unjuk rasa dan tidak berusaha untuk membubarkan."Tetapi kalau dalam aksi tersebut melakukan pengrusakan, pembakaran dan tindakan anarkis tentu akan diambil tindakan tegas," cetus Kapolda.14 Ribu PersonelLebih lanjut, Kapolda memperkirakan aksi buruh akan berlangsung 30 April hingga 5 Mei. Buruh pun datang dari berbagai daerah, yakni Bogor, Bekasi, dan Tangerang."Setelah kita evaluasi ada daerah yang akan menjadi sasaran, seperti Istana Presiden, Wakil Presiden, Bundaran HI, dan Gedung DPR," kata Kapolda.Dikatakan dia, sekitar 14 ribu personel akan diterjunkan. Rinciannya, 10 ribu personel polisi, 4.000 personel Satpol PP yang akan ditempatkan mengamankan aset pemda, 2 batalyon TNI AD, dan 5 kompi marinir yang akan ditempatkan per wilayah."Istana akan ditempatkan 4 satuan kompi Paspampres. Jadi jumlah total 14 ribu personel," kata Kapolda.
(aan/)











































