Jazilul Ajak Masyarakat Gotong Royong Atasi Persoalan Pandemi COVID-19

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 23:41 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan diperlukan upaya bersama atau gotong royong dalam melawan pandemi COVID-19. Menurutnya, tanpa gotong royong, Indonesia akan sulit mengatasi persoalan pandemi.

Jazilul pun mencontohkan, ketika awal pandemi, pemerintah mengajukan Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19. Kebijakan ini pun mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

"Kami yang di DPR saat itu memberikan dukungan penuh karena tahu betul bahwa pemerintah siapa pun di dunia ini tidak bisa bertindak sendiri, tetapi harus bersama-sama. Alhamdulillah, sampai detik ini, komitmen kebersamaan dalam menangani pandemi ini, ya masyarakat, pemerintah, DPR, media, polisi, tentara, siapapun, semua terlibat dalam satu visi yang sama, itu yang namanya gotong royong," ujar Jazilul dalam keterangannya, Selasa (30/11/2021).

Hal ini ia sampaikan dalam dialog bertajuk 'Sambatan Melawan Pandemi' di Jakarta, Senin (29/11). Di kesempatan ini, Jazilul mengatakan sesuai konstitusi, keselamatan warga adalah hukum tertinggi dalam menghadapi pandemi. Oleh karena itu, negara harus menyelamatkan rakyat dan negara.

"Ketika itu pemerintah langsung mengeluarkan Perppu Nomor 1 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19 karena pandemi ini bisa mengancam negara dan keselamatan rakyat. Arahnya keuangan dan ekonomi negara. Di sisi lain, kesehatan masyarakat juga terancam. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan mulai dari PSBB, PPKM, dan itu semua kita dukung," katanya.

Terkait penanganan pandemi, Jazilul menyebutkan, DPR dan berbagai elemen lain juga mengadakan berbagai kegiatan di luar tugas-tugas pokok.

"Kita juga memberikan perhatian kepada orang-orang yang terdampak pandemi bahwa melawan COVID-19 ini butuh komitmen yang kuat. Dalam bahasa agama Islam namanya jihad. Karena pandemi ini sungguh luar biasa dampaknya jika waktu itu pemerintah dan kita semua salah mengambil kebijakan," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai gotong royong tidak hanya bermakna saling berbagi, tapi menyetukan visi dan pikiran seluruh elemen bangsa. Diperlukan satu misis bahwa pandemi harus diselesaikan secara bersama-sama, tidak terkecuali siapapun.

Untuk itu, Jazilul mengajak masyarakat untuk terus optimis dan bersyukur dalam menghadapi pandemi. ia juga mengajak masyarakat agar terus mentaati imbauan pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan.

"Meskipun kita ini terdiri dari berbagai agama dan golongan, kita punya satu ikatan komitmen dalam bingkai gotong royong. Nah optimisme ini harus kita syukuri supaya ada dimensi pertambahan, dimensi ketuhanan juga ada. Kita ingin ada keberkahan dari semua musibah yang kita alami. Sebab jika kita pesimistis dan bersikap negatif maka dampaknya juga akan negatif," katanya.

Ia pun berharap masyarakat Indonesia dapat terus bergotong royong. Salah satunya dengan cara mensyukuri hal-hal yang telah dilakukan pemerintah, serta semua aparat dan kelompok masyarakat.

"Semuanya itu kita harus syukuri sebagai komitmen kita untuk terus membangun Indonesia," pungkasnya.

(akn/ega)