Mantan Bos Jamsostek Tuding Jaksa Terima Rp 600 Juta
Kamis, 27 Apr 2006 13:46 WIB
Jakarta -
Tidak hanya mengamuk dan memaki-maki, mantan Dirut Jamsostek Ahmad Djunaidi juga membuka kedok sang jaksa. Djunaidi menuding jaksa menerima uang Rp 600 juta. "Jaksa sudah minta duit Rp 600 juta," kata Djunaidi kepada wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Kamis (27/4/2006). Djunaidi sebelumnya dijatuhi vonis 8 tahun penjara.Namun, Djunaidi menolak membeberkan kapan, di mana dan siapa nama jaksa yang menerima uang tersebut. Menurutnya, uang itu dikirim sebanyak 2 kali sebelum persidangan."Ada, ada, pokoknya ada itu, ada di Kejari. Nanti saya ditekan di sana, nanti saya diapa-apain," ujarnya."Biasa itu. Kalau kita ada perkara itu mendekat-dekat, ada utusan jaksa, ada jaksanya yang dekat-dekat. Katanya bisa meringankan, bisa apa, uang keluar keluar," tambah Djunaidi.Djunaidi juga menolak menunjukkan bukti. "Susah dibuktikan, mana ada bukti," elak dia.RekayasaDalam kesempatan itu, Djunaidi mengkritik proses hukum yang dilaluinya. Dia juga menuding Kepala Analis Unit Manajemen Risiko PT Jamsostek Walter Singgalingging kecipratan duit Rp 1 miliar."Jadi yang proses hukum Timtas ini tidak betul. Mestinya proses yang betul itu dari bawah ke atas, bottom up. Kejaksaan kan lambangnya timbangan, mestinya adil. Ini tidak, kalau ada laporan tangkap untuk popularitas," urai Djunaidi dengan nada berapi-api.Djunaidi juga menumpahkan unek-uneknya. "Saya mau ngomong dulu ini.Ini bukti rekayasa penyidik kenapa Walter tidak dijadikan tersangka. Walter dijadikan bola panas, hakim Herman, semua kena. Coba yang lain tidak kena, yang terima uang, yang menjual medium term notes (MTN)semua tidak menjadi tersangka padahal dia yang nikmati duit bagi-bagi," ungkap Djunaidi.Selain jaksa, Djunaidi menuding Walter juga menerima uang dari PT Sapta Prana Jaya (SPJ) senilai Rp 1 miliar. "Walter yang berhubungan dengan pihak dengan yang akan jual MTN. Saya tidak," cetusnya mengunci pembicaraan.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































