Anggota Pecinta Soeharto Melimpah Tapi Kantor Cukup di Warnet

Anggota Pecinta Soeharto Melimpah Tapi Kantor Cukup di Warnet

- detikNews
Kamis, 27 Apr 2006 13:05 WIB
Anggota Pecinta Soeharto Melimpah Tapi Kantor Cukup di Warnet
Jakarta - Meski mengusung nama Soeharto yang identik dengan Cendana yang makmur, jangan bayangkan kantor Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto (Imaha) berupa gedung megah atau rumah mentereng. Jumlah anggota yang 1.000 orang pun bukan berarti Imaha punya kantor kinclong. Markas Imaha hanyalah sebuah warung internet (warnet) sederhana di kawasan Lenteng Agung. Tidak ada tumpukan kertas sebagaimana sekretariat organisasi di kantor Imaha ini. Bahkan papan nama organisasi pun tak ada. Dengan 'kekurangan' seperti itu, jangan dikira Imaha tidak serius. Sebab justru di Warnet Nusanet milik Iwan Panggu itulah Imaha rajin menggaet anggota. Proses "administrasi" dilakukan lewat dunia maya, komunikasi tiap anggota juga dilakukan di chatroom. Pokoknya paperless.Warnet Nusanet yang dimiliki ketua Imaha beralamat di Jl Agung Raya 1 No 3, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Biasanya para pecinta Soeharto ini mulai beraktivitas di dunia maya itu pada pukul 17.00 WIB atau semenjak jam pulang kantor. Tapi kegiatan ini tidak dilakukan setiap hari, kalau ada waktu senggang saja.Namun uniknya, meski warnet itu merupakan 'sarang' penggemar Soeharto, tidak terpampang hal-hal yang berbau keluarga Cendana. Yang tampak hanya lukisan mobil balap dan sebuah gambar pemandangan. "Kita bukan mengkultuskan Soeharto, Mas. Tapi kita hanya merindukan kehadiran orang seperti dia," alasan Iwan Panggu, ketua Imaha, pada detikcom, Rabu (26/4/2006).Soal sederhananya markas Imaha diakui Iwan. Seorang anggota Imaha dari Bandung yang bertamu ke sekretariat itu kaget karena Imaha hanya berkantor di sebuah warnet. "Saya tinggal bilang saja ke mereka, yah inilah kantor rakyat," kilah Iwan yang hendak meluncurkan buku keduanya ini.Bisa jadi, Iwan dkk membesut Imaha sebagai bentuk kepenatan dalam menjalani kehidupan sekarang ini yang dinilai serba susah. Mereka mengaku membuat kelompok tersebut bukan dilandasi untuk kepentingan politik tertentu.Mereka hanya ingin rakyat hidup sejahtera dan aman seperti saat Soeharto masih berkuasa. Itulah mengapa Iwan dan kelompoknya ini merasa rindu akan kehadiran sosok Soeharto yang dinilainya sebagai pemimpin terbaik bangsa ini. Selanjutnya, terserah Anda!Foto:Warnet markas Imaha (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads