Lagi, Saluran Limbah Pabrik Pencemar Paracetamol di Teluk Jakarta Disegel

ADVERTISEMENT

Lagi, Saluran Limbah Pabrik Pencemar Paracetamol di Teluk Jakarta Disegel

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 18:44 WIB
Pemprov DKI Segel Lagi Saluran Limbah Pabrik Pencemar Paracetamol di Teluk Jakarta (Foto: dok Humas DLH DKI)
Pemprov DKI Segel Lagi Saluran Limbah Pabrik Pencemar Paracetamol di Teluk Jakarta. (Foto: dok Humas DLH DKI)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kembali menyegel saluran air limbah pabrik farmasi lainnya yang menjadi sumber pencemaran paracetamol di Teluk Jakarta. Pabrik farmasi itu berinisial PT B, yang berada di Jakarta Utara.

Hasil pengambilan contoh uji air limbah dari IPAL Produksi dan sesuai Laporan Hasil Uji Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Nomor Contoh : 7315-7316/LAB.3D-LC/X/2021. Hasilnya, parameter chemical oxygen demand, atau COD melewati baku mutu.

"Hasil pengujian kami didapati COD-nya 160 mg/L melewati Baku Mutu sebesar 100 mg/L sesuai dengan Pergub No. 69 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Kegiatan atau Usaha," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asep Kuswanto dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Selain itu, Pemprov DKI mengindikasi sejumlah pelanggaran yang dilakukan PT B. Di antaranya kegiatan/usaha belum memiliki dokumen lingkungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, belum memiliki izin pembuangan air limbah ke lingkungan, belum memeriksa air limbahnya secara berkala minimal sebulan sekali di laboratorium terakreditasi.

Selain itu, air limbah dinyatakan melebihi baku mutu yang ditetapkan dan tidak memiliki izin pembuangan air limbah, belum memiliki personel yang kompeten sebagai Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) dan Penanggung Jawab Operator Instalasi Pengolahan Air Limbah (POPAL).

Pemprov DKI Segel Lagi Saluran Limbah Pabrik Pencemar Paracetamol di Teluk Jakarta (Foto: dok Humas DLH DKI)Pemprov DKI Segel Lagi Saluran Limbah Pabrik Pencemar Paracetamol di Teluk Jakarta (Foto: dok Humas DLH DKI)

Adapun pengenaan sanksi administratif merupakan serangkaian kegiatan pengawasan pengelolaan lingkungan hingga penegakan hukum terhadap kegiatan usaha yang tidak taat melakukan pengelolaan lingkungan. Ke depan, PT B diwajibkan melapor tindak lanjut pemenuhan atau penaatan kewajiban secara rutin dan berkala kepada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

"Dinas Lingkungan Hidup akan terus melakukan Pengawasan Penaatan Sanksi terhadap perbaikan dan pemenuhan sanksi yang sedang dilaksanakan oleh PT B," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta menyegel saluran air limbah salah satu pabrik farmasi, PT MEF, di Jakarta Utara. Pabrik tersebut dijatuhi sanksi karena terbukti mencemari Teluk Jakarta dengan limbah paracetamol.

"Salah satu sanksi yang kami berikan kepada pabrik farmasi tersebut adalah wajib menutup saluran outlet IPAL air limbah dan melakukan perbaikan kinerja IPAL, serta mengurus persetujuan teknis pembuangan air limbah dalam rangka pengendalian pencemaran air," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asep Kuswanto dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Pemprov DKI sebelumnya telah memberikan sanksi administratif kepada PT MEF yang tertuang dalam Paksaan Pemerintah Nomor 672 Tahun 2021 per 29 Oktober 2021. Pasalnya, sejumlah pelanggaran telah dilakukan PT MEF, di antaranya tidak mengantongi dokumen lingkungan selama beroperasi.

(taa/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT