Kalsel-Sulsel Masih Banjir, Lebih dari 15 Ribu Warga Jadi Korban

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 15:03 WIB
Banjir kembali rendam Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Sejumlah rumah dan toko milik warga pun terendam dengan ketinggian 30 cm hingga 2 meter.
Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta -

Banjir masih melanda Kalimantan Selatan (Kalsel). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir masih terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Selatan.

"Saat ini yang terus memberikan informasi adalah Kalsel, yang pertanda dinamika kondisi di lapangan masih terjadi untuk Kalsel," kata Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat dimintai konfirmasi, Selasa (30/11/2021).

Dia mengatakan BNPB belum menerima informasi kondisi banjir di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) maupun Kalimantan Barat (Kalbar).

"Untuk Kalteng dan Kalbar terakhir memberikan update ke BNPB tanggal 25 November," ujarnya.

Banjir masih melanda Hulu Sungai Selatan, Kalsel. Sebanyak 14.842 warga di 20 desa menjadi korban. (dok BNPB)Banjir masih melanda Hulu Sungai Selatan, Kalsel. Sebanyak 14.842 warga di 20 desa menjadi korban. (dok BNPB)

Berdasarkan data BNPB per Senin (29/11) sore, dampak banjir terparah terjadi di Hulu Sungai Selatan. Ada 20 desa di 9 kecamatan yang terdampak banjir di sana.

Sebanyak 5.146 keluarga atau 14.842 jiwa terdampak banjir. Selain itu, ada 4.857 unit rumah yang terdampak.

Fasilitas umum yang ikut terdampak di antaranya 29 unit fasilitas ibadah, 20 unit kantor, 6 unit jembatan, dan 26 titik ruas jalan. Tinggi muka air sekitar 40-120 cm.

Kecamatan yang terdampak ialah Batara, Batang Alai Selatan, Batang Alai Timur, Barabai, Haruyan, BT Benawa, Hantakan, Batang Alai, dan Pandawa. Desa di Kecamatan Barabai paling banyak terdampak banjir.

Sementara itu, di Kabupaten Hulu Sungai Utara, ada enam desa yang masih kebanjiran. Ada 182/527 jiwa terdampak.

Banjir menyebabkan 182 unit rumah terdampak. Kondisi terakhir dilaporkan tinggi muka air sekitar 10-60 cm.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 1 desa terdampak dengan 1.000 jiwa menjadi korban.

Sebanyak 900 rumah terdampak. Selain itu fasilitas yang terendam di antaranya 1 terminal, 1 masjid, dan 1 fasilitas pendidikan. Tinggi muka air sekitar 50-100 cm.

BNPB juga melaporkan, banjir terjadi di Kabupaten Serang, Banten. Ada 408 KK/1.230 jiwa di 2 desa yang terdampak banjir.

Sebanyak 330 rumah terdampak dengan ketinggian banjir sekitar 10.120 cm. Banjir dilaporkan berangsur surut.

(jbr/nvl)