Bertemu Uskup Agung Jakarta, Ketum PKB Bahas Natal hingga Papua

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 14:59 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Foto: PKB
Jakarta -

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menemui Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta, Mgr Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo di kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Senin (29/11). Dalam pertemuan itu dibahas beragam isu kebangsaan.

"Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Kardinal yang telah memberikan waktu untuk bisa bersilaturahmi. Sudah lama sebetulnya kami ingin bersilaturahmi tapi karena pandemi tertunda-tunda," ujar Gus Muhaimin dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Ada tiga hal yang menjadi tujuan Gus Muhaimin menyambangi KWI. Pertama, mengundang Kardinal Suharyo beserta jajaran KWI untuk menghadiri undangan Refleksi Menyambut Natal dan Tahun Baru Nasional yang akan digelar PKB pada 21 Desember mendatang.

"Tujuan kami pertama mengundang Kardinal dan Romo-Romo dari KWI untuk berkenan hadir pada acara Refleksi Natal. Kehadiran Kardinal sangat membahagiakan," ungkap Gus Muhaimin.

Kedua, Gus Muhaimin hadir di KWI untuk mendiskusikan ragam isu kebangsaan, salah satunya terkait kekerasan di Papua. Dia secara khusus meminta saran dari Kardinal Suharyo untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi kedamaian dan kebaikan Papua.

"Kami sudah ke sana (Papua), peran KWI sangat penting untuk memajukan Papua sekaligus membawa Papua yang damai dan sejahtera. Ujian demi ujian yang telah menimpa kita sebagai suatu bangsa yang semakin mematangkan kita sebagai kekuatan yang saya yakin dan optimis persatuan dan kesatuan kita semakin natural, fungsional, mengakar dan tidak mudah tergoyahkan," ulas Muhaimin.

Ketiga, Muhaimin menyampaikan salam hangat dan keinginannya bertemu secara langsung dengan Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus di Vatikan.

"Kita ingin bisa bertemu secara langsung. Tentu ini bagian dari harapan kami ingin menjadi bagian dari langkah-langkah mewujudkan kedamaian dan keadilan bagi sistem dunia, khususnya di Indonesia," ujar Muhaimin.

Sementara itu, Kardinal Suharyo menyambut baik kedatangan Gus Muhaimin bersama rombongan. Dia juga mengapresiasi inisiatif Gus Muhaimin mengadakan Refleksi Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, inisiatif tersebut adalah wujud dari toleransi dan upaya menimba kebijakan, pesan, dan khidmat dari berbagai agama di Indonesia.

"Saya kira PKB tidak hanya akan menyambut Natal dengan refleksi, tetapi juga agama-agama lain pasti juga akan mendapat kesempatannya," sebut Kardinal Suharyo.

Menanggapi persoalan di Papua, Kardinal Suharyo menyatakan membangun dan merawat semangat cinta Tanah Air adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

"Sikap gereja Katolik yang resmi terhadap masalah Papua itu sangat jelas, yaitu mendukung sikap pemerintah, karena dijamin undang-undang internasional," tegas Kardinal Suharyo.

(ega/ega)