Pecinta Soeharto
Dari Chatroom Terbitlah Imaha
Kamis, 27 Apr 2006 11:38 WIB
Jakarta - Banyak cara untuk menggalang kekuatan, termasuk untuk mendirikan perkumpulan. Chatting di internet adalah cara terefektif dan terefisien. Dan itulah cara yang ditempuh oleh Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto alias Imaha.Dan bak organisasi resmi, Imaha juga memiliki ketua dan wakil ketua. Jabatan ketua diemban Iwan Panggu, mantan jurnalis. Sedangkan wakil dijabat seorang pria bernama Mul asal Bogor.Iwan, pria kelahiran Sumbawa Besar 45 tahun yang lalu, yakin kalau sosok pemimpin seperti Soeharto-lah yang paling dicari oleh Indonesia saat ini."Kami merasa rindu orang seperti Soeharto. Kita bisa lihat sejak reformasi jelas tidak ada perubahan," kata Iwan ketika ditemui detikcom di JlAgung Raya 1 No 48, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2006).Sekretariat Imahi beralamat di Jl Agung Raya I No. 3 Lenteng Agung. Sebelumnya, saat detikcom menelepon alamat itu, penerima telepon menyebutkan Iwan Panggu sedang keluar kota. Setelah didatangi ke Lenteng Agung, ternyata Iwan Panggu tengah bertamu ke rumah mertuanya, di kawasan yang sama.Keyakinan Iwan untuk memunculkan kembali rasa kerinduan terhadap Soeharto pun semakin mantap setelah banyak orang yang merespons idenya yang nyeleneh itu. Dukungan itu mengalir lewat chatroom.Chatting adalah aktivitas yang digandrungi pria yang kini berwiraswasta membuka warnet ini. Saat chat, selalu ada saja orang yang merespons atau sejalan dengan ide Iwan yang melawan arus ini.Dari pembicaraan di dunia maya itu kemudian timbul gagasan untuk membentuk suatu komunitas. Awalnya komunitas itu bernama Kumpulan Masyarakat Pembela Soeharto."Tapi kalau pakai nama pembela kayaknya seperti pengacara saja, jadi kita putuskan untuk diganti menjadi Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto," jelas Iwan yang berkarier sebagai wartawan di harian Media Indonesia periode 1989-2005.Dan dari kesepakatan secara maya pula nama itu akhirnya diresmikan menjadi nama komunitas mereka. Tepatnya pada 13 Januari 2006 organisasi perindu Soeharto itu muncul.Selain mendapat dukungan dari kalangan penggila dunia maya itu, Iwan mengaku juga didukung kalangan rakyat jelata. Untuk membuktikan hal itu Iwan sering "turun ke bawah". Dan berdasarkan pantauan Iwan, banyak rakyat jelata yang juga rindu akan kehadiran Soeharto.Dari hasil kasak-kusuk itu kemudian Iwan semakin menggencarkan "dakwahnya" kepada kaum pinggiran akan pentingnya keberadaan seorang pemimpin model Soeharto."Kalau saya bicara dengan tukang ojek, pedagang di pasar, mereka merasa hidup lebih enak zaman Soeharto. Mereka tidak peduli siapa dan bagaimana pemimpinnya, yang penting mereka bisa makan dan aman," urai Iwan dengan semangat. Foto:Iwan Panggu
(nrl/)











































