Kalla Diminta Bantu Pengembalian Harta Karun dari Tangan Polisi
Kamis, 27 Apr 2006 11:35 WIB
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi meminta Wapres Jusuf Kalla membantu pengembalian harta karun hasil temuan eks petisi kapal karam yang kini ditahan di Mabes Polri.Pengembalian harta karun itu sangat penting agar penelitian terhadap benda-benda bersejarah itu dapat dilanjutkan kembali."Kita minta pihak Polri mengembalikan, toh barang itu milik negara. Kalau ada indikasi ilegal, itu yang diproses," kata Freddy di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/4/2006).Harta karun yang ditemukan di laut utara Cirebon itu, imbuh Freddy, kemungkinan dapat mengubah sejarah masuknya Islam ke nusantara. Dari hasil temuan diyakini pengaruh Islam mulai masuk pada tahun 904. Padahal selama ini diyakini masuknya Islam sekitar tahun 1100.Indikasi itu terlihat dari temuan berupa guci-guci dan benda-benda keramik lainnya yang bertuliskan huruf-huruf Arab. Demikian juga dengan batu-batu mulia dan perhiasan emas lainnya.Freddy juga melaporkan dua peneliti asal Prancis dan Jerman yang ditahan sejak 5 minggu lalu yang kini baru dibebaskan. Keduanya terbukti bukan penjarah, melainkan peneliti. Kedua peneliti itu kini dikenakan status wajib lapor oleh Mabes Polri.Apabila penelitian telah selesai, barang-barang hasil temuan akan dilelang pada Desember 2006. Dari lelang tersebut ditaksir pemerintah bisa mendapatkan 20 juta-40 juta dolar AS."Tapi tidak semuanya dilelang, ada yang akan disimpan di museum. Bagi kita yang penting bukan harta karunnya, tetapi fakta mengungkap sejarah," kata Freddy.
(umi/)











































