Hakim Putuskan Lahan Nurdin di Maros Tak Terkait Suap, KPK Diminta Kembalikan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 11:56 WIB
Lahan masjid di Maros disita KPK terkait kasus suap Nurdin Abdullah (Taufiq/detikcom).
Lahan milik Nurdin Abdullah di Maros yang disita KPK terkait kasus suap Nurdin Abdullah. (Taufiq/detikcom)
Makassar -

Hakim pengadilan Tipikor Makassar memutuskan lahan seluas 13 hektare milik terpidana kasus suap Nurdin Abdullah di Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), tidak terkait kasus suap yang menjerat Nurdin. Hakim meminta KPK mengembalikan lahan tersebut, yang saat ini tengah disita.

"Majelis meyakini uang yang digunakan membeli tanah diperoleh Terdakwa secara sah dan legal," kata ketua majelis hakim Ibrahim Palino dalam putusannya di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (29/11/2021), malam.

Dalam pertimbangannya, Ibrahim Palino menganggap cukup relevan antara pendapatan Nurdin Abdullah dan harga kebun yang dibeli pada tahun 2020 tersebut. Di lain sisi, majelis hakim juga menilai belum ada fakta hukum yang menunjukkan kebun tersebut dibeli dengan uang gratifikasi.

"Menimbang, dengan memperhatikan riwayat pekerjaan serta penghasilan Terdakwa seperti telah digambarkan, maka cukup rasional dan beralasan apabila disimpulkan bahwa pembelian tanah tersebut masih sesuai dengan penghasilan atau profit Terdakwa," kata Ibrahim.

Berdasarkan sejumlah pertimbangan tersebut, Ibrahim memerintahkan jaksa mengembalikan kebun Terdakwa.

"Oleh karena itu, cukup beralasan apabila tanah sebagaimana diuraikan di atas dikembalikan kepada Terdakwa," kata Ibrahim.

Tanggapan Jaksa Penuntut Umum

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK Zaenal Abidin turut buka suara terkait putusan hakim, termasuk soal putusan yang memerintahkan kebun Terdakwa dikembalikan. Zaenal mengatakan pihaknya akan pikir-pikir terhadap putusan itu.

Kendati demikian, Zaenal mengatakan putusan hakim pada dasarnya kebanyakan mengakomodasi tuntutan jaksa.

"Tapi sebagaimana rekan-rekan tahu semua, bahwasanya putusan ini sebagian besar mengambil alih tuntutan kita, baik penerapan pasalnya maupun pembuktiannya. Sebagian besar tuntutan kita diambil alih majelis hakim," kata Zaenal usai sidang.

"Walaupun ada beberapa item yang memang tidak termasuk dalam tuntutan kita, tapi sebagian besar," lanjut Zaenal.

Sementara itu, soal putusan mengembalikan kebun terdakwa, disebut Zaenal, menjadi satu-satunya putusan yang berbeda dari tuntutan jaksa.

"Kebun ya itu tanah tadi berdiri ada masjid di atasnya. Itu saja satu item berbeda (dari tuntutan jaksa). Lahan dan masjid itu saja berbeda, yang lain sama," kata Zaenal.

"Ya makanya ada waktu tujuh hari kami untuk pikir-pikir. Termasuk pencabutan hak politik, (tuntutan) 5 tahun (putusan) jadi 3 tahun, pidana pengganti juga sependapat," katanya lagi.

Lihat juga video 'Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekdis PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)