Lembaga Kursus Diminta Makin Berperan Percepat Pembangunan Daerah

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 23:20 WIB
Sejumlah siswa berkebutuhan khusus mengikuti kegiatan pelatihan kerajinan. Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan bekal keterampilan dan menyiapkan kemandirian.
Ilustrasi Pelatihan/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti mengunjungi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Jaya Negara di Ambon, Maluku. Menurutnya, kunjungan ini menunjukkan komitmen pihaknya dalam mempercepat pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas SDM melalui kursus dan pelatihan, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Suharti mengapresiasi peran LKP dalam perannya turut meningkatkan kompetensi anak-anak Indonesia, sesuai kebutuhan daerah masing-masing untuk pengembangan daerah. Ia mengapreasiasi seluruh pemangku kepentingan yang ikut membangun pendidikan khususnya di Kota Maluku.

"Kita harus berperan lebih besar lagi terutama saat pandemi ini tidak hanya berupa bantuan tapi juga ide, kurikulum, dan lain-lain. Kita harus berjalan bersama," ujar Suharti dalam keterangan tertulis, Senin (29/11/2021).

Lebih lanjut, ia juga berharap kolaborasi yang terjalin mulai dari pertukaran informasi kurikulum, kebutuhan lulusan, maupun asesmen dapat mempercepat pembangunan SDM di daerah. Dunia usaha dunia industri (DUDI) juga diharapkan dapat menyediakan instruktur yang bisa membantu memberikan masukan kepada tenaga kependidikan dan guru, sehingga mereka bisa ikut berpartisipasi di lembaga pendidikan.

"Silakan beri kami masukan termasuk untuk asesmen guna membangun lembaga kursus dan pelatihan yang semakin baik dalam mewujudkan pasokan (supply) dan kebutuhan (demand) yang seimbang di masyarakat. Karena pendidikan berkualitas adalah syarat untuk memutus rantai kemiskinan, tentunya jika pendidikan terjamin baik," tegasnya.

Pernyataan Sesjen Kemendikburistek tersebut disambut baik oleh Kepala Dinas Provinsi Maluku, Ingsun Sangadji. Ia juga menyampaikan upayanya untuk terus meningkatkan kompetensi anak-anak Maluku

"Saya akan memfasilitasi dan memperkenalkan lulusan kita ke luar negeri dan mengasah kompetensi sebanyak-banyaknya dan menyakinkan pemangku kepentingan bahwa anak-anak kita baik. Tenaga pengajar akan kami libatkan dari industri Ada 112 SMK di Maluku," katanya.

Tak hanya Kepala Dinas Provinsi Maluku, General Manager PT Telkom Witel Maluku, Harris Setyawan, dan General Manager The Natsepa Hotel, Miguel Angel Garcia juga menyambut baik ajakan Kemendikbudristek untuk berkolaborasi. Hal ini dilakukan guna menghadirkan pembangunan SDM di daerah ini.

"Kita siap berkolaborasi, kami mohon bantuan pemerintah dari segi infrastruktur lebih ditingkatkan lagi," ucap Harris.

"Perlu konsistensi dalam pengembangan SDM vokasi karena industri jika ingin lulusan vokasi sesuai dengan kebutuhan industri. Kami ingin lulusan sudah tahu, apa yang diinginkan industri," tutur Miguel.

Direktur Keuangan PT Ambon Citra Perdana Motor, Yulli Pattiwael mengatakan pihaknya saat itu mencari lulusan terbaik ke LKP Jaya Negara. Langkah tersebut ia anggap lebih efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan lulusan yang kompeten.

"Kami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang menguasai komputer. Oleh karena itu kami keluar mencari ke LKP Jaya Negara," ungkapnya.

Sejalan dengan visi ketersesuaian (link and match) melalui Program Peningkatan Kompetensi SDM, LKP Jaya Negara telah melakukan berbagai kerja sama dan pelibatan lebih intensif dengan industri.

"Mulai dari PT Phicos, Surakarta, The Nahseta Hotel Ambon, sampai PT Suzuki Ambon, telah melakukan kerja sama dengan LKP Jaya Negara, baik dalam pelatihan pengelola dan instruktur sampai penyerapan lulusan," sebut Kepala LKP Jaya Negara, Nur Ija.

Ia juga berharap ke depan para lulusan LKP Jaya Negara bisa terus mengembangkan potensinya berbekal pengetahuan yang didapat. Sebagai bentuk dukungan pembelajaran di LKP Jaya Negara, Kemendikbudristek juga telah menyerahkan berbagai bantuan, mulai dari bantuan dalam program Pendidikan Kecakapan Kerja, Pendidikan Kecakapan Wirausaha, uji kompetensi, sampai bantuan peralatan ajar.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Wikan Sakarinto mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kursus dan pelatihan. Caranya dengan memperkuat program-program yang ada supaya anak-anak Indonesia yang ingin meningkatkan kompetensinya bisa mengambil kursus dan pelatihan sesuai minat melalui Aplikasi Ayo Kursus.

"Saya tekankan antara kebutuhan industri dan program pembelajaran harus betul-betul sesuai (link and match) supaya bisa melahirkan lulusan yang kompeten," kata Wikan Sakarinto.

Perlu diketahui bahwa LKP merupakan salah satu lembaga pendidikan yang punya peran dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan non-formal, LKP melengkapi pendidikan formal dengan waktu yang lebih singkat serta berfokus pada peningkatan kompetensi keterampilan bidang tertentu yang diminati oleh peserta didik. Singkatnya jam pembelajaran juga memungkinkan peserta didik mengasah keterampilannya dengan cepat. Kemudian mereka dapat langsung bekerja atau membuka rintisan usaha berdasarkan keterampilan yang didapatkan.

(akn/ega)