KPK Selidiki Commitment Fee Formula E DKI Lebih Mahal, BW Bilang Tak Masalah

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 15:16 WIB
BW
BW menemani Dirut JakPro Widi Amanasto dan Kepala Inspektorat DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat di KPK (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

KPK menyelidiki commitment fee Formula E Jakarta yang lebih mahal dibandingkan negara lain. Mantan pimpinan KPK yang juga anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Bambang Widjojanto (BW), menanggapi dan menganggap hal itu tak menjadi masalah.

"Kalau merujuk pada penjelasannya Pak Alberto (Co-Founder Formula E Operation) nggak ada masalah dengan itu, nggak ada masalah sama sekali. Nanti kita juga membuka peluang kepada teman-teman di KPK, ngomong langsung dengan organizing committee-nya," kata BW kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Senin (29/11/2021).

BW menyebut hal itu sebelumnya sudah sempat dijelaskan Alberto Longo selaku FEO. Menambahkan, Dirut JakPro Widi Amanasto mengatakan Alberto siap menjelaskan serta transparansi terkait penyelenggaraan Formula E.

"Mungkin diluruskan bukan organizing committee tapi Presiden FEO, dia siap untuk menjelaskan. Jadi nanti dia akan klarifikasi dan transparan," ujar Widi.

Bawa 1.000 Halaman Dokumen

Kedatangan BW bersama Widi sendiri ke KPK terkait penyerahan dokumen. BW menyebut ada 1.000 halaman lebih yang dibawa.

"Dokumen-dokumennya misalnya ini, dokumen-dokumennya BPK, kan itu penting yang juga harus diserahkan. Terus ada beberapa dokumen yang kita nggak bisa ngomong di sini yang diminta oleh KPK, nah itu kita serahin juga. Prinsipnya kita mau government, kita mau buka, mau kita kasih semua kepada penegak hukum yang memang melakukan ini. Jadi, mau membantu teman-teman di KPK, karena kita mau membuat era baru nih, dokumen-dokumen yang diperlukan kan harus dibantu," ucap BW.

"Sekarang malahan 1.000 halaman yang kita lengkapi," imbuhnya.

Widi menegaskan pihaknya ingin membantu KPK agar urusan ini menjadi terang benderang. Dia meyakinkan bila tak ada yang ditutupi.

"Kami kan insyaallah memberikan yang dihendaki, terus kemudian menjelaskan memang kalau ada pertanyaan, jadi tugas kita itu. Prinsipnya mau membantu, kedua ingin bikin governance, terus tiga mengubah pola komunikasi kita. Jadi kalau daripada ditanya lebih bagus, apa ini, jadi kalau ke sini lebih pada pendalaman. Semua bahan kita buka, karena memang tidak ada yang ingin ditutup-tutupi," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyinggung soal commitment fee Formula E Jakarta yang lebih mahal dibandingkan negara lain. Alex mengatakan KPK akan menyelidiki hal tersebut.

"Jakarta mungkin kita kan mau meng-upgrade supaya Jakarta dikenal dunia internasional kan seperti itu, barang kali. Kenapa harus membayar lebih dibanding kota-kota yang lain, mungkin dianggap sudah populer, sudah bisa menarik wisatawan untuk menyaksikan Formula E dan seterusnya," kata Alex kepada wartawan, Kamis (25/11).

"Itu yang tentu nanti didalami oleh penyelidik, kenapa harus membayar sampai sedemikian mahal, dan seterusnya," tambahnya.

Alex juga menyinggung soal proses penyelidikan soal transaksi commitment fee Formula E Jakarta. KPK, katanya, akan terus menyampaikan perkembangan penyelidikan ini.

"Alasan-alasan kenapa Pemprov DKI membayar sekian-sekian, dan transfernya ke mana, apakah ke pihak-pihak yang betul-betul punya kewenangan ya misalnya pemilik hak atas Formula E dan seterusnya. Mungkin juga ada branch marking ke negara lain," katanya.

"Ini kan masih dalam proses penyelidikan, kami juga masih belum mendapatkan perkembangan sejauh mana proses penyelidikan itu dilakukan oleh teman-teman lidik. Tentu saja, informasi-informasi itu yang nanti akan didalami oleh penyelidik," sambungnya.

Simak video 'Ketua Pelaksana Formula E: Event Internasional Tentu Dilaporkan ke Presiden':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/dhn)