Waspada Kasus Meroket Saat Nataru, Kemenkes: Jangan Seperti Bulan Juli

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 12:11 WIB
Timor Leste Deteksi Kasus Pertama Penularan Varian Delta COVID-19 di Komunitas
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mulai terkendali. Tercatat tidak ada kenaikan signifikan. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap ancaman gelombang ketiga pandemi COVID-19 saat hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI drg Widyawati MKM mengatakan pemerintah telah memberlakukan pembatasan mobilitas melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Hal ini untuk mencegah penularan COVID-19.

"Masyarakat jangan sampai melupakan kejadian di bulan Juli yang menyebabkan banyak kematian akibat COVID-19. Patuhi protokol kesehatan, jangan sampai lengah," katanya dikutip dari situs resmi Kemenkes RI, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, mobilitas masyarakat harus dikendalikan agar tidak terjadi lonjakan kasus seperti pada beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan pada Juli, kasus kematian akibat COVID-19 menjadi yang terbanyak sepanjang pandemi melanda Indonesia. Tercatat ada 32.061 kasus kematian selama periode 1-29 Juli. Jumlah tersebut dinilainya empat kali lipat lebih banyak dibanding pada Juni 2021 dengan total 7.913 kasus kematian.

Dikatakan Widyawati apabila kasus kembali naik maka bisa berdampak buruk. Bukan dari sisi kesehatan, melainkan sektor perekonomian terancam tidak berjalan.

"Masih ada masyarakat yang terpapar COVID-19 walaupun sangat kecil. Jadi tetap laksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak), dan hindari kerumunan, serta kurangi mobilitas," ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan, pemerintah melakukan percepatan vaksinasi untuk meningkatkan herd immunity. Widyawati berpesan agar masyarakat tidak memilah-milah jenis vaksin, karena semua jenis vaksin yang disediakan pemerintah adalah vaksin terbaik.

Dia pun menekankan pentingnya peranan masyarakat dalam menghindari gelombang ketiga pandemi COVID-19 di Indonesia. Mengingat pemerintah tidak bisa bergerak sendiri.

"Kalau masyarakat peduli dan disiplin protokol kesehatan, maka COVID-19 ini bisa dicegah dan tidak terjadi gelombang ketiga," tukasnya.

(prf/ega)