6 Kabupaten di Kalsel Banjir, Hulu Sungai Tengah Terdampak Paling Parah

Muhammad Risanta - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 22:27 WIB
Banjir di Hulu Sungai Tengah Kalsel
Banjir di Hulu Sungai Tengah Kalsel (Foto: Risanta/detikcom)
Barabai -

Sebanyak 6 kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam dua hari terakhir ini dilanda banjir. Banjir kali ini disebabkan oleh sungai yang ada di 6 wilayah itu meluap karena tingginya intensitas hujan.

Enam kabupaten tersebut di antaranya adalah Kabupaten Banjar, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kabupaten yang terdampak banjir terparah adalah Hulu Sungai Tengah, dimana daerah Barabai yakni pusat Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan sekitarnya sudah 4 kali dilanda banjir dalam setahun terakhir.

"Arus air yang masuk dalam kota cukup deras, sehingga membuat petugas dan relawan di lapangan mengevakuasi warga sedikit kesulitan. Sejumlah warga yang sakit termasuk tak bisa berjalan langsung dievakuasi dari rumahnya ke lokasi pengungsian," kata warga Barabai bernama Husaini, kepada wartawan, Minggu (28/11/2021).

Tingginya curah hujan yang menguyur kawasan Banua Anam, mengakibatkan debit air pun semakin naik. Puncaknya, pada Minggu (28/11) banjir pun melanda kawasan perkotaan dan perkampungan yang ada di bumi Murakata ini.

Sedikitnya ada tujuh kecamatan di Barabai terdampak banjir. Ketujuh kecamatan itu adalah Batang Alai Timur, Batang Alai Selatan, Pandawan, Barabai, Hantakan, Batu Benawa dan Haruyan.

Berdasarkan data Humas Korem 101 Antasari dan Posko Tagana Kalsel dilaporkan direndam air dengan ketinggian berkisar 15-65 cm. Sejumlah Desa dan kelurahan yang terendam meliputi Desa Mandingin, Kelurahan Barabai Timur, Barabai Utara, Barabiai Selatan, Barabai Selatan, Desa Benua Jingah, dan Desa Pajukungan. Dampak banjir di Barabai, sebagian besar warga harus diungsikan ke Gedung Juang Barabai dan Stadion Murakata ,Mandingin, Barabai.

Sementara banjir di Batang Alai Selatan melanda Desa Cukan Lipai dan Desa Tanah Habang. Kemudian, Desa Jaranih, Desa Masiran, Desa Kayu Rabah. Sedangkan di Kecamatan Pandawan banjir juga terjadi dengan ketinggian air bervariasi mulai 15 hingga 45 cm.

Sementara itu, akibat banjir yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menetapkan status tanggap darurat banjir sejak hari ini hingga tujuh hari ke depan.

"Mengingat musibah banjir yang terbilang berkepanjangan dan banyak warga yang mengungsi, maka kami mengumumkan Hulu Sungai Tengah statusnya adalah tanggap darurat banjir sejak hari ini hingga tujuh hari ke depan," ujar Bupati Hulu Sungai Tengah, Aulia Oktafiandi, saat bertemu sejumlah anggota Forkopimda Hulu Sungai Tengah, Minggu (28/11/2021) malam.

Guna menghindari hal-hal fatal selama banjir, PLN setempat akhirnya memutuskan aliran listrik. Akibatnya, pada Minggu malam sebagian besar kawasan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, gelap gulita akibat pemadaman lisrik.

"Lokasi pemadaman listrik di Barabai meliputi kampung Hevia, Jalan SMP, Bukat Seberang, Tri Kesuma, Munti Raya, PM Noor, Sei Tabuk, Sarigading, Kemasan, Kitun dan lainnya," kata Plt Camat Barabai, Ramadhani.

(fas/fas)