Kemnaker Minta Desa Fokus Tingkatkan Kompetensi SDM

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 17:07 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong perangkat desa di Indonesia untuk ikut meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bagi masyarakat desa. Caranya, dengan menggelar pelatihan kerja, baik pelatihan berbasis kompetensi maupun dengan sistem pemagangan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi saat membuka Sosialisasi Pelatihan Vokasi dan Pemagangan bagi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (28/11/2021).

"Saya mengajak perangkat desa dari seluruh Indonesia yang hadir dalam acara ini agar fokus pembangunan desa tidak hanya sekedar pada pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana saja, melainkan kompetensi SDM juga perlu ditingkatkan," ujar Anwar dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (28/11/2021).

Anwar menyampaikan Kemnaker bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama tentang Sinergi Program Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan dalam rangka Pengurangan Pengangguran dan Peningkatan Perekonomian Berbasis Desa.

Tiga Kementerian tersebut bekerja sama dalam ruang lingkup penumbuhkembangan kewirausahaan perdesaan, pengembangan SDM unggul perdesaan, pengembangan perekonomian perdesaan, serta pengembangan dan integrasi data dan informasi terkait dengan pengembangan ekonomi desa.

"Untuk menindaklanjuti kesepahaman bersama tersebut, saya mengharapkan, para kepala desa melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan kerja bagi warga desanya masing-masing, serta mengalokasikan Dana Desa agar masyarakat desa dapat berpartisipasi mengikuti pelatihan kerja di berbagai balai latihan kerja pemerintah," papar Anwar.

Ia menekankan perangkat desa harus aktif memberikan akses bagi masyarakat desa untuk bisa berkesempatan mengikuti pelatihan kerja baik di balai latihan kerja milik Kemnaker, pemerintah daerah, maupun yang dimiliki berbasis komunitas, salah satunya melalui BLK Komunitas.

"Potensi anak-anak muda di desa saat ini masih belum dioptimalkan, mereka kalau diberikan akses pelatihan maupun magang di bidang industri maupun di bidang pertanian, tentu akan berdampak positif juga nantinya untuk perekonomian desa yang mandiri," urai Anwar.

(akd/ega)