Sekjen Gerindra Pertanyakan Manfaat Formula E, PKS Menjawab

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 12:42 WIB
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi
Politikus PKS Abdurrahman Suhaimi (Dok. PKS DKI)
Jakarta -

Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menjawab pertanyaan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani soal apakah Formula E bisa membuat bahagia warga Ibu Kota. PKS mengatakan, manfaat Formula E bisa dilihat dari berbagai hal, salah satunya bisa membawa nama baik RI di kancah Internasional.

"Kemudian soal manfaat yg ditanyakan, manfaat apa dulu? Manfaat kan bisa dilihat dari berbagai sisi kan. Makanya manfaat itu pasti sudut pandangnya agak berbeda-beda melihatnya. Kalau sudut pandang nya membawa nama Indonesia, membawa nama DKI kemudian menunjukkan situasi di RI aman, bisnis di Jakarta aman dan COVID mereda itu akan bermanfaat luar biasa," kata Penasihat F-PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, saat dimintai konfirmasi, Minggu (28/11/2021).

Suhaimi menegaskan indikator Formula E bisa membuat warga Jakarta bahagia bisa dilihat dari berbagai sisi. Selain mengharumkan nama RI, Suhaimi juga meyakini ajang balap mobil listrik itu dapat membawa keuntungan di bidang ekonomi dengan melibatkan peran UMKM.

"Kedua orang-orang ekonomi akan bisa bicara, dengan adanya Formula E, hotel-hotel kita, ekonomi akan terus bergerak dan UMKM bisa dilibatkan untuk masuk area perbisnisan di Formula E dengan berbagai bentuknya," terangnya.

Dalam pernyataannya, Sekjen Gerindra Muzaki juga menyoroti penanganan banjir di Jakarta akibat musim penghujan. Merespon pernyataan ini, PKS memastikan persoalan banjir tidak akan dilupakan karena perhelatan Formula E. Hal ini dibuktikan dengan alokasi anggaran penanganan banjir yang terdapat dalam APBD 2022 mendatang.

"Semuanya untuk urusan banjir juga diatasi, dialokasikan anggaran, urusan ekonomi juga dialokasikan anggaran, urusan UMKM juga dialokasikan anggaran semuanya yg 2022 (APBD) Rp 82 triliun itu kan sedemikian rupa dialokasikan sesuai RKPD yang ada. Jadi melihat keseluruhan anggaran itu persentasenya dilihat kayak apa, artinya sudah sedemikian rupa diperdebatkan di Banggar untuk kebahagiaan Jakarta, atau istilahnya Pak Gubernur 'maju kotanya, bahagia warganya'," imbuhnya.

Terakhir, Wakil Ketua DPRD DKI F-PKS itu menggarisbawahi bahwa Formula E sudah merupakan program kerja yang telah disahkan melalui Perda APBD 2019 silam serta melalui berbagai kesepakatan internasional. Jika tiba-tiba dibatalkan, Suhaimi khawatir nama Indonesia akan cacat di mata dunia.

"Kan itu sudah dilakukan perjanjian internasional. Artinya, kegiatan-kegiatan event-event internasional yang sudah dilakukan sejak awal bahkan sudah ada tanda tangan MoU itu kan tidak mudah tiba-tiba dibatalkan. Maka harus dilakukan profesional sejak awal. Kemudian ada klausul yang sudah pasti menjadi kesepakatan-kesepakatan yang ada. kalau tiba-tiba RI batalkan apakah itu tidak cacat di dunia internasional?," tegasnya.

Apa kata Sekjen Gerindra sebelumnya? Silakan klik halaman selanjutnya.

Simak video 'Serba-serbi Formula E DKI: dari Lokasi Sampai Soal Pilihan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]