Terjangkit Flu Burung, Seluruh Unggas di Gianyar Dibakar
Rabu, 26 Apr 2006 22:44 WIB
Denpasar - Setelah membakar sebanyak 432 ekor itik yang dinyatakan terjangkit virus H5N1, Dinas Peternakan Kabupaten Gianyar, Bali akan memusnahkan seluruh unggas yang ada di Gubah, Banjar Tenggalinggah, Desa Bedahulu, Gianyar, Bali, Rabu malam (26/04/2006)."Kita akan melakukan stamping out terhadap semua populasi unggas yang ada di tempat ini untuk mencegah terjangkitnya dan menyebarnya flu burung," kata Kadis Peternakan Kabupaten Gianyar Dewa Nyoman Raka Jaya saat dihubungi detikcom, Rabu (26/4/2006). Raka mengatakan, saat ini pihaknya bersama warga tengah mengumpulkan semua unggas yang ada di Gubah, sebuah tempekan tempat ternak itik terbesar di Gianyar. Tempat ini pernah ditemukan 392 ekor itik yang positif terjangkit flu burung."Setelah terkumpul semua maka malam ini akan langsung kita musnahkan dengan cara dibakar. Jumlah seluruh uanggas saya tidak tahu karena masih tahap pengumpulan unggas. Kita juga menunggu ayam yang sulit ditangkap," jelasnya.Sehari sebelumnya (25/06), Disnak Gianyar telah memusnahkan sebanyak 432 ekor itik di lokasi itu karena diduga terjangkit virus flu burung. Dari 432 ekor tersebut, 392 ekor itik dinyatakan positif flu burung setelah melalui tes awal dengan metode sample.392 ekor itik tersebut adalah milik peternak Ida Bagus Putu Widnyana. Itik tersebut dibeli pada Senin (24/04) dari Desa Seronong, Banyuwangi secara ilegal.Polsektif Blahbatuh Gianyar menangkap dua orang tersangka, yaitu Rahmat Santoso (kenek) dan Hari Widjanarko (sopir) yang membawa itik tersebut menggunakan truk dari Banyuwangi.
(ary/)











































