Menaker Resmikan Layanan Terpadu Satu Atap PMI di Polewali Mandar

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 19:36 WIB
Menaker Resmika LTSA-PMI
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan meresmikan Layanan Terpatu Satu Atap Pekerja Migran Indonesia (LTSA-PMI) Polewali Mandar di Sulawesi Barat. LTSA-PMI ini akan digunakan warga asal Sulawesi Barat yang bekerja ke luar negeri, khususnya dari Kabupaten Polewali Mandar.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Kemnaker, Suhartono menyebut LTSA-PMI Polewali Mandar ini merupakan LTSA yang sudah menyediakan layanan lengkap dari layanan ketenagakerjaan, kependudukan, keimigrasian, kesehatan, kepolisian, BPJS Ketenagakerjaan untuk PMI dan perbankan.

"Pendirian LTSA-PMI ini menjadi penting agar warga Sulawesi Barat, khususnya Polewali Mandar dapat mengurus dokumen di daerahnya sendiri," kata Suhartono dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11/2021).

Saat mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam peresmian LTSA-PMI di Polewali Mandar, Suhartono mengatakan yang menjadi pertimbangan kenapa LTSA-PMI didirikan di Kabupaten Polewali Mandar karena merupakan daerah transit dan terdapat Pelabuhan Tanjung Silopo yang merupakan debarkasi-embarkasi lalu lintas orang untuk pergi ke negara tetangga yaitu Malaysia.

"Dengan adanya LTSA-PMI ini diharapkan menjadi sarana penunjang debarkasi/embarksi sehingga yang ingin berangkat ke luar negeri mendapatkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam mengurus dokumen ke luar negeri karena dapat di layani di satu tempat, satu atap yaitu di LTSA-PMI Polewali Mandar," ucapnya.

Suhartono menambahkan sampai saat ini Kemnaker sudah membangun 45 LTSA-PMI yang tersebar di berbagai daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Pendirian LTSA-PMI tersebut mempertimbangkan dari daerah kantong PMI, perbatasan, debarkasi/embarkasi.

Sedangkan Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar menyatakan terima kasihnya atas penyediaan LTSA-PMI di Polewali Mandar.

"Ini menjadi solusi masalah ketenagakerjaan terutama pendayagunaan potensi tenaga kerja yang memiliki kualitas sebagai tenaga kerja dengan potensi memadai untuk menghadapi persaingan pasar kerja," kata Ali Baal Masdar.

(ncm/ega)