Selama Pandemi, Yakult Bagikan Lebih dari 4 Juta Botol ke Tenaga Medis

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 18:58 WIB
Yakult Indonesia
Foto: Dok. Yakult Indonesia
Jakarta -

Dalam setahun terakhir, produsen asal Jepang yang memproduksi minuman susu fermentasi, Yakult, telah memberikan bantuan kepada masyarakat, baik kalangan umum atau medis. Terhitung Mei 2020 sampai Oktober 2021, perusahaan telah memberikan lebih dari 4 juta botol Yakult ke 1.487 klinik, puskesmas, dan rumah sakit.

Adapun kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran pola hidup sehat masyarakat, sejalan dengan harapan Pendiri Yakult Dr. Minoru Shirota.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Indonesia. Yakult untuk Indonesia memulai bisnis di tahun 1991. Pendiri Yakult Dr. Minoru Shirota memiliki harapan untuk membuat lebih banyak orang menjadi sehat. Harapan itu menjadi misi Yakult untuk Indonesia dalam menjalankan kegiatan hingga 30 tahun ini," ujar President Director PT Yakult Indonesia Persada, Hiroshi Kawaguchi dalam acara Anniversary 30th Yakult Indonesia, Sabtu (27/11/2021).

Selain itu, Yakult juga mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga kesehatan lewat Kuliah WhatsApp (Kulwap) secara gratis pada Januari-September 2021. Tercatat ada 41.531 orang telah mengikuti kegiatan Kulwap tersebut.

Dalam rangka merayakan Anniversary 30 Tahun Yakult Indonesia, perusahaan juga bekerja sama dengan Lovepink mengadakan webinar pentingnya menjaga kesehatan payudara kepada kurang lebih 28.857 orang pada September-Oktober 2021.

Terkait hal ini, Senior Director MCC Dept. PT. Yakult Indonesia Persada, Antonius Nababan mengatakan seluruh kegiatan edukasi ini tentunya akan terus dilakukan oleh perusahaan. Hal ini guna meningkatkan kesadaran pola hidup bersih dan sehat di masyarakat.

"Tentunya kami tidak berhenti sampai di sini, dan kegiatan yang kami lakukan juga harus menyesuaikan kebutuhan pada saat itu. Harapan kita bersama agar pandemi ini bisa selesai dan kegiatan rutin yang kami lakukan, yaitu memberikan informasi bagaimana pola hidup bersih dan sehat, dapat tetap kami tindak lanjuti," ujarnya.

Lebih lanjut, Antonius menyampaikan di masa pandemi, Yakult juga menganjurkan seluruh karyawannya melakukan vaksinasi. Hingga Oktober 2021, sebanyak 86% karyawan Yakult Indonesia sudah menjalani vaksinasi. Perusahaan juga memberikan edukasi kepada ibu-ibu Yakult Lady tentang pentingnya vaksinasi. Dengan demikian, mereka dapat melakukan edukasi kepada para pelanggan.

Antonius menjelaskan selain menghadirkan produk yang segar, para ibu-ibu Yakult Lady juga berkontribusi memberikan informasi soal kesehatan, terutama menciptakan kesadaran untuk mengonsumsi Yakult.

"Dari sisi organisasi kami juga mempunyai ibu-ibu Yakult Lady, mereka kami latih untuk menjadi pusat informasi berjalan Yakult. Sampai bulan September 2021 itu ada 11.418 orang (Yakult Lady), dan tentunya saat ini sudah berkembang," katanya.

Sebelum pandemi, perusahaan telah menyelenggarakan seminar kesehatan di Kantor Cabang Yakult di berbagai daerah. Adapun tema yang disampaikan beragam, mulai dari pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan kolesterol, dan lainnya.

Di samping mendorong masyarakat untuk hidup sehat, Yakult turut berkontribusi menjaga kelestarian alam dengan penanaman 35.000 bibit pohon tegakkan di lereng Gunung Halimun Salak, Sukabumi, dan Gunung Penanggungan, Mojokerto, sejak 2015-2020.

Yakult Indonesia Foto: Dok. Yakult Indonesia

Dalam pelaksanaannya, Yakult menggandeng lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat seperti Lembaga Alam Lestari Indonesia (LALI) di Sukabumi dan Pawitra Airlangga Sakta (PAS) - Lestari di Mojokerto. Selain penanaman pohon, Yakult juga memberi kontribusi lainnya seperti pembuatan sumur biopori atau resapan di dekat perkampungan sekitar pabrik Yakult.

Guna menanggulangi masalah sampah, saat ini perusahaan sedang melakukan uji coba penarikan sampah plastik pembungkus Yakult di 3 cabang kantor, yaitu Bogor 1, Bogor 2, dan Sukabumi. Dilakukan oleh Yakult Lady dan Sales Force, sampah yang terkumpul nantinya akan dibawa ke pusat daur ulang. Diharapkan, tahun 2029 sebanyak 30% sampah plastik termasuk botol-botol Yakult bisa didaur ulang di seluruh 102 kantor cabang.

Yakult Indonesia Foto: Dok. Yakult Indonesia

Di tengah pandemi, Yakult juga menerapkan kebijakan work from home dan protokol kesehatan ke semua departemen sesuai aturan pemerintah pusat dan daerah. Yakult juga melakukan berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan Film Showing dan Kunjungan Pabrik yang kini diubah menjadi virtual.

Meski dilakukan virtual, antusiasme masyarakat dalam mengikuti aktivitas tersebut masih tinggi. Sejak September 2020 - September 2021, terdapat 161.710 orang mengikuti Film Showing secara virtual. Sementara kunjungan pabrik Sukabumi dan Mojokerto secara virtual pada November 2020 - September 2021 diikuti 65.441 orang.

Namun, seiring adanya pelonggaran pembatasan sosial, Yakult kembali menggelar Film Showing Reguler dan Mobil di berbagai tempat berstatus zona hijau dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Sejak Januari - September 2021, peserta Film Showing Reguler tercatat ada 249.914 orang dan Film Showing Mobil diikuti 183.146 orang.

Antonius mengatakan sederet upaya ini diharapkan dapat membuat masyarakat Indonesia semakin sadar akan penerapan pola hidup sehat. Ia juga berharap Yakult Indonesia dapat terus berkontribusi bagi masyarakat ke depannya.

"Harapan kami seluruh masyarakat Indonesia ini akan lebih baik pola hidupnya karena mereka peduli bahwa pencernaan baik itu adalah sumber untuk kita menerapkan pola hidup yang baik. Yakult berterima kasih untuk stakeholder, pelanggan, masyarakat, termasuk para penyintas kanker payudara yang saat ini menjadi perhatian kami. Kami berharap untuk bisa tetap berkontribusi bagi masyarakat Indonesia," pungkasnya.

(akn/ega)